Perjalanan Karir Sofyan Djalil, Menteri ATR/BPN Kabinet Jokowi Jilid II

0
13
Sofyan Djalil

Elahan.com, Nama Sofyan Djalil kembali masuk dalam jajaran menteri kabinet Jokowi Jilid II. Di periode kedua pemerintahan Jokowi ini, dia kembali ditunjuk sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Menteri ATR/BPN).

1. Perjalanan Karirnya

Sofyan menjadi salah satu menteri dari kalangan profesional dalam kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin. Dilihat dari profilnya, karir Sofyan terbilang mentereng di pemerintahan. Bahkan dirinya pernah memimpin di lima kementerian yang berbeda.

Sebut saja, Menteri Komunikasi dan Informatika (2004-2007), dan sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (2007-2009) di masa pemerintahan Presiden SBY. Berganti presiden, namun nama Sofyan Djalil masih masuk kabinet. Dia ditunjuk Jokowi menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (2014-2015), Menteri Perencanaan Pembangunan (2015-2016), serta Menteri ATR hingga sekarang.

Selain itu, Sofyan pernah menjadi kepercayaan Habibie. Pada periode pemerintahan Presiden Habibie, dia menjabat sebagai Asisten Menteri Negara BUMN (1998-2000).

Pria Kelahiran Aceh, 23 September 1953 ini merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 1984. Kemudian gelar Ph.D bidang International Financial and Capital Market Law and Policy dia dapat dari Universitas Tufts, Amerika Serikat.

Sofyan muda pernah tinggal di masjid saat memutuskan pindah ke Jakarta tahun 1976. Dia hidup di ibukota tanpa keluarga. Sebelum menjadi menteri, Sofyan merupakan Komisaris PLN tahun 1999-2002. Kemudian menjadi Komisaris Utama di beberapa perusahaan swasta saat tidak di pemerintahan tahun 2009-2014.

2. Pencetus Program Sertifikat Tanah Gratis

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil
Perjalanan karir Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil

Salah satu gebrakannya di bidang pertanahan adalah adanya sertifikat tanah gratis untuk program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Program ini dihadirkan atas banyaknya keluhan dari masyarakat. Banyaknya pungli saat membuat sertifikat tanah, menyebabkan masyarakat harus mengeluarkan sejumlah uang.

Sebenarnya, dalam pengurusan sertifikat tanah, ada biaya administrasi yang harus dikeluarkan, namun jumlahnya tidak banyak. Hanya sekitar Rp150.000 hingga Rp350.000. Praktik pungli ini dilakukan oleh oknum kelompok masyarakat, bukan oleh pihak petugas di lingkungan Kementerian ATR/BPN.

3. Harta Kekayaan Rp73 Miliar

Harta kekayaan milik Sofyan mencapai Rp73 miliar. Dengan rincian berupa tanah dan bangunan yang berada di Jakarta, Depok, dan Bogor senilai Rp 28,3 miliar, adanya 3 alat transportasi mobil senilai Rp630 juta. Selain itu, Sofyan juga memiliki harta bergerak lain senilai Rp684 juta, surat berharga sekitar Rp20,1 miliar.

Ada juga kas dengan nilai yang tak kalah fantastis sebesar Rp22,6 miliar, dan harta lain sebanyak Rp 1,4 miliar. Sofyan juga tidak terlepas dari utang. Tercatat, dia memiliki total Rp686 juta yang harus dilunasi.

4. Program dalam Jangka 5 Tahun

Sofyan Djalil membeberkan program lima tahun ke depan yang akan segera diluncurkannya. Seperti digitalisasi pengurusan sertifikat. Nantinya, layanan elektronik ini mencakup empat hal. Seperti layanan Elektronik Hak Tanggungan/HT-el, Layanan Elektronik Informasi Pertanahan untuk Zona Nilai Tanah (ZNT), Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) dan Pengecekan, serta modernisasi layanan permohonan keputusan pemberian hak atas tanah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here