Perjuangan Baiq Nuril Hingga Mendapat Amnesti Dari Presiden

0
24
Baiq Nuril
Baiq Nuril

Elahan.com, Tahun 2019 menjadi tahun yang penuh perjuangan untuk Baiq Nuril. Baiq Nuril yang merupakan korban pelecehan seksual malah menjadi tersangka penyebaran konten asusila yang berati telah melanggar UU ITE. Dirinya harus mendapatkan hukuman penjara enam bulan dan denda Rp 500 juta.

Baiq Nuril adalah seorang mantan pegawai tata usaha di SMA Negeri 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ia mengalami pelecehan seksual secara verbal yang dilakukan oleh mantan kepala sekolah di tempatnya bekerja sejak 2012.

Pelecehan yang dialaminya dilakukan oleh M lebih dari satu kali. Bermula dari perbincangan antara Baiq dengan M yang berlangsung selama kurang lebih 20 menit, dalam perbincangan itu hanya ada 5 menit keduanya membicarakan pekerjaan tapi sisanya M malah bercerita tentang pengalaman seksualnya bersama beberapa wanita yang nyatanya bukan istrinya. Lama kelamaa, Baiq malah dituduh memiliki hubungan gelap dengan M. Baiq pun semakin merasa terganggu dengan pelecehan yang dilakukan oleh M yang akhirnya ia berinisiatif untuk merekam pelecehan secara verbal ini dengan menggunakan ponsel.

Rekaman yang disimpan olehnya ini digunakan sebagai bukti bahwa Baiq tidak memiliki hubungan terlarang dengan M, Ia juga tidak berani untuk melaporkannya ke pihak berwajib lantaran dirinya takut pekerjaannya sebagai guru di sekolah itu terancam. Usai memberikan rekaman itu kepada kerabannya yang bernama Imam Mudawin ternyata rekaman itu malah disebarkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga Mataram.

Kasus ini akhirnya dibawa ke ranah hukum, namun Nuril malah tidak mendapatkan perlindungan. Perempuan ini malah dituding sebagai pelaku penyebaran rekaman percakapan mesum. Nuril dilaporkan oleh Muslim dengan tuduhan pelanggaran Pasal 27 ayat 1 Undang-undang ITE. Atas laporan ini Baiq dibawa ke Pengadilan Negeri Mataram, akan tetapi ia terbukti tidak bersalah berdasarkan putusan nomor 265/Pid.Sus/2017/PN.

Usai putusan tidak bersalah, kasus ini malah tetap berlanjut karena Jaksa Penuntut Umum mengajukan kasasi atas kasus ini. Mahkamah Agung yang berugas menyidangkan kasasi ini menjatuhkan vonis bersalah terhadap Baiq Nuril karena dianggap mendistribusikan informasi elektronik yang bermuatan konten asusila. Ia pun divonis dengan 6 bulan penjara dan denda Rp 500 juta. Tak terima dengan putusan Baiq pun mengajukan PK ke Mahkamah Agung namun MA menolak PK yang diajukan olehnya.

Sejak keluarnya putusan MA yang menolak permohonan peninjauan kembali, Nuril memilik untuk menenangkan diri di rumah orang tuanya yang berada di Desa Punyung Lombok Tengah. Ketiga anaknya dan kedua orang tuanya yang telah lanjut usia adalah hal yang paling dirisaukan oleh Nuril ketika MA menjatuhkan vonis untuknya. Ia pun mengatakan dirinya tidak bisa karena dia harus mengurus keluarganya.

Berbagai upaya ditempuh untuk meringankan dan membebaskan Baiq Nuril dari kasus yang menjeratnya. Amnesti dari Presiden adalah harapan terakhir bagi Baiq Nuril. Langkah ini menurut pengacara Baiq Nuril, Joko Jumadi merupakan upaya penyelmat terakhir. Menurutnya upaya ini selain untuk kepentingan kliennya tapi juga untuk kepentingan yang jauh lebih besar kedepannya. Amnesti ini untuk mencegah terjadinya impunitas terhadap pelaku serta mencegah korban yang tidak berani melapor dapat melihat kasus ini agar tidak takut.

Baiq Nuril akhirnya bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor.

Usaha untuk memperoleh amnesti dari  presiden pun terus bergulir. Penantian itu pun berujung manis, Baiq Nuril akhirnya bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat pada Jumat, 2 Agustus 2019. Pertemuan ini juga dihadiri oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang ikut menyerahkan sebuah map yang berisikan kertas yang didalamnya berisi keputusan amnesti yang telah disetujui oleh presiden Joko Widodo.

“Bapak Presiden telah mengambil keputusan untuk memberikan amnesti untuk Mba Baiq Nuril setelah mendapatkan dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia.” Kata Yasonna Laoly seraya memberikan kertas dari dalam sebuah map yang dibawanya.

Jokowi telah menandatangani Keppres pemberian amnesti untuk Baiq Nuril. Yasonna mengatakan sejak awal Jokowi telah memberikan perhatian kepada kasus ini. Ia juga menambahkan bahwa kasus ini tidak bisa lagi ditempuh secara jalur hukum dan jalan satu-satunya untuk membebaskan Baiq Nuril dengan menggunakan amnesti ini.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here