Pertemuan Prabowo Subianto di Korsel Bangun Kerja Sama Pertahanan

0
3
Prabowo Subianto
Pertemuan Prabowo Subianto di Korsel Bangun Kerja Sama Pertahanan

Elahan.com, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto belum lama ini bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in. Pertemuan yang dilakukan di Seoul, Korea Selatan itu merupakan diplomasi antar negara untuk memperkuat pertahanan militer. Kedua belah pihak membahas mengenai isu strategis di bidang pertahanan dan keamanan, diantaranya pertukaran pandangan keamanan regional dan kerja sama bilateral.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai proyek KF-X / IF-X yang saat ini dalam tahap renegosiasi. Proyek tersebut merupakan pengembangan dan pembuatan pesawat tempur generasi berikut secara massal antara Korea Selatan dan Indonesia. Bermodal 8,8 triliun Won atau setara Rp 114 triliun dari tahun 2015 sampai 2028. Kerja sama tersebut dinilai memiliki prospek yang baik bagi kedua belah pihak negara.

Menhan Prabowo mengutarakan kehadiran dirinya pada acara“KFX/IFX Prototype Roll-out Ceremony” menandakan ‘good message’ kepada Menteri DAPA Korsel, sebelum melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Moon Jae-in di Blue House.

Prabowo juga telah menunjukkan keinginan yang kuat terhadap kesuksesan proyek KFX/IFX dalam pertemuan dengan PresidenMoon Jae-in. Hal ini dinilai sebagai sesuatu yang berarti.Dalam penutupan pertemuan, Menhan Prabowo meminta bantuan dari Korsel sehubungan dengan proyek ketahanan pangan (food estate).

“Saya selaku Menteri Pertahanan juga memimpin proyek ketahanan pangan Indonesia.” Presiden Moon Jae-in berpesan kepada Menhan Korsel yang hadir dalam pertemuan tersebut, “Tolong koordinasi lebih lanjut agar ini menjadi model kerja sama ekonomi yang baru.”

Presiden Moon Jae-in mengakhiri pertemuan dengan menyampaikan salam kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melalui Menhan Prabowo.

Menurut pengamat Militer dan Intelijen, Susaningtyas Kertopati kerja sama militer tersebut merupakan langkah strategis bagi Indonesia, terutama untuk memperkuat alutsista TNI. Nantinya pesawat tempur tersebut akan diproduksi di PT. DI dengan kapabilitas yang lebih baik dalam rancangan manuver ekstrem.

Melalui kerja sama di bidang pertahanan antar Indonesia dan Korea Selatan diharapkan dapat membawa keuntungan secara resiprokal bagi kedua negara. Selain itu, Susaningtyas yang akrab disapa Nuning menjelaskan dalam kerja sama industri pertahanan yang terpenting ialah memberikan kesempatan bagi para teknokrat Tanah Air untuk bisa berpartisipasi aktif dalam transfer teknologi. Sebab menurutnya, selama ini saat melakukan transfer teknologi Indonesia seperti macan kertas saja, sedangkan pihak produsen masih pelit membagi ilmunya.

Dia pun memberikan apresiasi atas langkah yang telah dilakukan Menhan Prabowo Subianto dan berharap langkah tersebut dapat ditindaklanjuti guna mewujudkan kekuatan ideal bagi pertahanan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here