Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi Contoh Baik di Asia Tenggara

0
12
ADB puji pertumbuhan ekonomi Indonesia
ADB puji pertumbuhan ekonomi Indonesia

Elahan.com, Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik ternyata menjadi salah satu contoh di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Bank Pembangunan Asia (ADB) Takehiko Nakao ketika bertemu dengan Presiden Joko Widodo di sela-sela KTT Asean ke-34 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand, Minggu, 23 Juni 2019.

Asian Development Bank (ADB) merupakan institusi finansial pembangunan multilateral yang didirikan pada 1966. Institusi ini bertujuan untuk mengurangi kemiskinan di Asia dan Pasifik dengan beranggotakan 31 negara dan berkembangan menjadi 63 negara. Kantor pusatnya terletak di kota Manila, Filipina dan memiliki kantor representatif di berbagai kota di dunia.

Seperti dikutip dari Harian Ekonomi Neraca, Presdien Jokowi dan Presiden ADB berdiskusi mengenai pertumbuhan ekonomi di kawasan ASEAN, khususnya di Indonesia. Takehiko Nakao juga memberikan apresiasi sebab ekonomi Indonesia bisa bertumbuh dengan baik di saat ketidakpastian ekonomi dunia.

Pada kunjungan kehormatan presiden ADB Takehiko Nakao, Jokowi didampingi juga oleh Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menlu Retno LP Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Duta Besar RI di Bangkok Ahmad Rusdi. Pada pertemuan tersebut, Nakao didampingi oleh Ramesh Subramanian selaku Dirjen Wilayah Asia Tenggara, Direktur Kerjasama Regional Asia Tenggara Alfredo Perdiguero, serta Penasehat Senior Yoichiro Ikeda.

Di bulan April 2019 lalu, ADB merilis Asian Development Outlook (ADO) yang mana memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,2 persen di tahun 2019 dan tumbuh sekitar 5,3 persen di tahun 2020.

Pada laporannya, ADB melakukan revisi pertumbuhan tahun ini menjadi 5,2 persen dari sebelumnya 5,3 persen.

Fokus pada pembangunan Jokowi saat ini pada sumber daya manusia, dan infrastruktur, misalnya pasokan air, sanitasi, transportasi, dan energi. Hal ini juga diapresiasi oleh Presiden ADB Takehiko Nakao. Sebab, hal ini bisa mengembangkan keahlian dari tanaga kerja Indonesia, dan sebagainnya yang bisa menjadikan Indonesia sebagai ekonomi yang modern dan berorientasi pada jasa.

Presiden ADB Takehiko Nakao puji pertumbuhan ekonomi Indonesia
Presiden ADB Takehiko Nakao puji pertumbuhan ekonomi Indonesia

Nakao juga memuji solidnya manajemen fiskal dan makroekonomi Indonesia yang terlihat dari pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, inflasi pada angka 3,2 persen dan kewaspadaan manajemen fiskal dan cadangan devisa.

Selain itu, solidnya fundamental ekonomi Indonesia bisa dilihat dari nilai tukar rurpiah terhadap dolar AS yang tetap stabil sejak 2018 dan terus menguat. Pada kesempatan tersebut, Nakao juga menyampaikan perkembangan dari dukungan yang komprehensif memberikan bantuan tanggap darurat senilai 800 juta dolar AS setelah terjadinya bencana alam di Sulawesi Tengah dan Lombok tahun 2018 lalu.

Pada 20 November 2018 lalu, fase pertama ADB menyalurkan bantuan senilai 500 juta dolar AS membiayai keperluan rehabilitasi. Lalu fase kedua sebesar 300 juta dolar AS yang akan dipertimbangkan oleh Dewan Direktur AdB yang diperkirakan pada 26 Juni 2019. Fase kedua ini untuk merekonstruksi sarana irigasi, sanitasi, dan sistem pasokan air, untuk pelabuhan, bandara, dan universitas.

ADB mensupport Indonesia dengan rutin memberikan pinjaman untuk sektor publik yang pada tahun terakhir terus tumbuh dan diperkirakan mencapai 2,9 miliar dolar AS di 2019. Pembiayaan investasi di sektor energi, pengembangan sumber daya manusia, pembangunan area perbatasan, dan irigasi, selalu didukun goleh ADB, baik dengan pinjaman proyek maupun pinjaman dengan basis hasil.

Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2019 didorong oleh konsumsi masyarakat selama bulan puasa dan lebaran Idul Fitri, serta pemilu yang juga turut penyumbang konsumsi Lembaga Non-Profit Rumah Tangga (LNPRT).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here