Pilpres 2019, Begini Pengaruh Politik Identitas Terhadap Bursa Cawapres Jokowi

0
360
bursa_cawapres
Nama Mahfud MD dan TGB masuk dalam bursa cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

Elahan.com, Pesta demokrasi terbesar Indonesia alias Pilpres 2019 dan Pemilu Legislatif akan berlangsung tidak lama lagi. Akan tetapi, terdapat beberapa masyarakat yang masih menyayangkan digunakannya strategi politik identitas oleh para partai pendukung capres tertentu.

Bahkan menurut Lembaga Survei Indonesia (LSI), jumlah publik yang mendukung Pancasila di Indonesia mengalami penurunan angka. Selain itu, terdapat peningkatan jumlah masyarakat yang menginginkan Indonesia menjadi NKRI bersyariah.

Seorang pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta, Emrus Sihombing justru menilai isu politik identitas boleh dan wajar digunakan dalam berdemokrasi, namun dengan catatan masih dalam koridor Pancasila. Itu berarti penggunaan isu politik identitas diharapkan tetap mengedepankan nilai-nilai persatuan.

Emrus menilai ia belum melihat nilai-nilai Pancasila di panggung politik saat ini. Menurutnya politik identitas malah sering kali digunakan secara berlebihan oleh beberapa pihak sehingga menimbulkan polarisasi di masyarakat. Polarisasi inilah yang menumbuhkan perasaan ekslusif antara kelompok, suku, etnis, maupun agama satu dengan yang lainnya.

“Politik identitas digunakan oleh para politisi untuk mempertajam perbedaan-perbedaan supaya jualan politiknya laku,” kata Emrus.

Ada cara untuk mencegah timbulnya politik identitas yang negatif, yakni perlu dasar ideologis dan idealisme yang kuat dari setiap partai atau kandidat yang mencalonkan diri. Namun sayangnya, sampai dengan saat ini berbagai partai politik dan kandidat masih bersandar pada praktik politik pragmatis, segala cara mereka gunakan demi meraih kemenangan.

“Kalau politik pragmatis itu sederhana karena menggunakan berbagai ‘cara halus’ untuk mewujudkan kepentingannya,” kata Emrus.

Calon presiden petahana, Joko Widodo diyakini telah menyiasati strategi politik identitas tersebut. Hal ini dapat terlihat dari nama-nama seperti Mahfud MD atau Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Madji yang akan masuk ke dalam bursa cawapres Jokowi pada 2019 mendatang.

Masuknya kedua nama tersebut dalam 10 besar cawapres Jokowi itu juga sudah ditanggapi oleh keduanya. Bahkan Mahfud MD sempat mengatakan dalam Twitter bahwa dirinya dan TGB sudah berdiskusi panjang mengenai hal tersebut.

“TGB itu yunior saya yang baik hati, santun dan tawadhu,’ kata Mahfud.

Jokowi sebelumnya memang telah mengonfirmasi sejumlah nama yang masuk dalam bursa cawapres. Nama-nama itu di antaranya, Mahfud MD, TGB, Airlangga Hartato dan Cak Imin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here