Pilpres 2019, Menjadi Pilpres Teberat yang Dirasakan Pihak Prabowo

0
31
Pilpres 2019
Sumbangan Kampanye Pilpres 2019

elahan.com, Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 yang akan diselenggarakan tahun depan, selalu menjadi perbincangan hangat, setidaknya sampai waktu diselenggarakannya. Calon Pasangan Presiden dan Wakil Presiden merupakan karakter utamanya. Pilpres bagi calon Presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto  merasakan bahwa Pilpres kali ini adalah yang terberat.

Ini disampaikan oleh Ahmad Muzani selaku Sekjen Partai Gerindra, pada Rabu (10/10/2018) di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.  Murzani menyampaikan terhitung sudah 3 kali Prabowo maju sebagai calon presiden, dan dirinya tetap menjadi sekjen partai yang mengusung Prabowo. Pihaknya berterus terang bahwa Pilpres 2019 ini merupakan bobot terberat beliau, Jelas Murzani.

Sementara itu, Andre Rosiade selaku Juru Bicara Koalisi Adil Makmur membenarkan pernyataan yang disampaikan oleh Ahmad Murzani.  Kemudian, Andre memberitahukan yang menjadi alasan Pilpres ini terasa begitu berat bagi Prabawo. Menurut Andre, Pemberitaan antara Prabowo Subianto dan Jokowi pada media memiliki proporsi yang tidak seimbang.

Andre berujar, pada media, Pak Probowo hanya 20 hingga 30 persen, namun Kubu Pak Jokowi mencapai 70 hingga 80 persen. Bukan hanya mengenai proporsi yang tidak seimbang dari media, Andre juga nyatakan kesulitan dalam memperoleh dukungan dari pengusaha. Ia mengatkan hal ini lantaran banyak pengusaha takut terhadap Jokowi sebagai petahana.

Para pengusaha yang ingin menyumbangkan dana ke kubu Prabowo-Sandiaga bahkan harus sembunyi-sembunyi. Sementara itu, Tim Kampanye Nasional dari calon urut no 1, telah merilis nomor rekening untuk menampung sumbangan dana kampanye. Pihak Jokowi juga memastikan uang yang dikumpulkan merupakan uang yang tidak bermasalah dengan hukum.

Rerie Lestari Moerdijat, selaku Wakil Bendahara TKN Jokowi-Ma’ruf, menyatakan akan ada formulir yang memungkinkan untuk melacak si penyumbang. Hal yang sama juga pernah dilakukan pada Pilpres 2014 yang lalu. Pada saat itu, Jokowi-Jusuf Kalla mengembalikan Rp 6 miliar ke negara lantaran tidak jelas asal-usul uang tersebut.

Tim sukses Jokowi juga akan mengembalikan dana yang didonasikan, apabila di kemudian hari ternyata ditemukan masalah pada uang itu. Namun, tentunya tim sukses mempertegas bahwa penyumbang tidak dapat meminta imbalan terhadap apa yang telah didonasikannya. Tim Sukses dari Jokowi juga akan berusaha dengan maksimal agar aliran keuangan transparan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here