Pilpres 2019 Pertandingan Terberat Prabowo

0
35
pilpres 2019

aeril-mag.comPilpres 2019 menjadi ajang pertarungan terberat bagi pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani disela-sela kesibukannya.

“Terus terang ini menjadi yang terberat, banyak kepala daerah yang mendeklarasikan dirinya terang-terangan mendukung pasangan calon no 01,” kata Muzani (10/10/2018).

Ia menambahkan dahulu pada pilpres 2009 tidak ada pengerahan untuk mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Selama tiga kali Prabowo mengajukan diri menjadi calon presiden, baru kali ini hal itu terjadi.

“Sekarang ini petinggi daerah seperti gubernur, bupati itu dikerahkan untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf,” ungkapnya.

Wakil Ketua MPR ini tidak mempermasalahkan hal tersebut, menurutnya masih ad kepala daerah yang mendukung Prabowo-Sandi namun tidak secara terbuka. Baginya proses ini adalah tugas partai pengusung.

“Biarlah ini menjadi tugas partai pemenangan dan tim sukses nantinya, kita belum tau seperti apa hasilnya kan,” tutur Muzani.

Selain itu, menurutnya terjai kejanggalan surat pemanggilan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandiaga, Amien Rais, dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya.

Sebelumnya Ratna Sarumpaet masuk dalam tim sukses Prabowo. Wanita berkerudung ini berbohong terkait penganiayaan dirinya.

Ia mengaku bahwa kebohongannya hanya untuk keluarga terdekatnya saja, namun tiba-tiba tersebar di publik.

Pengakuannya dia dianiaya di bandara internasional di Bandung oleh sekelompok orang tidak terkenal.

Kebohongan tersebut menyeret beberapa tokoh yang ikut menyebar luaskan hoaks tersebut. Semua mengarah ke kubu Prabowo.

Kasus ini mengganggu elektebilitas Prabowo pada pilpres 2019.

Selain itu lembaga survei banyak yang tidak berimbang dan berbeda-beda.

Banyak pengusaha proyek yang mendukung Prabowo namun takut terancam oleh pemerintah akhirnya menutup mulut.

Terpisah dari itu, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi M Nasir melarang paslon presiden dan wakil presiden baik no 01 dan 02 untuk tidak melakukan kampanye di area kampus.

“Tidak boleh politisasi di kampus,” kata Nasir.

Kendati demikian, KPU diperbolehkan untuk masuk ke kampus dalam ajang sosialisasi pemilu.

Pilpres 2019 memang menyisakan teka-teki dan polemik yang tidak berkesudahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here