Polisi Akan Panggil Ahli Terkait Kasus Rocky Gerung

0
106
Rocky Gerung
Rocky Gerung (istimewa)

elahan.com – Polda Metro Jaya akan memanggil saksi ahli untuk penyelidikan kasus penistaan agama dengan terlapor Rocky Gerung. Rocky dilaporkan karena mengucapkan “kitab suci fiksi” dalam salah satu program tv.

Ucapan tersebut dikatakan Rocky di acara Indonesian Lawyers Club (ILC) tvOne berjudul ‘Jokowi Prabowo Berbalas Pantun’. Selasa (10/4/2018). Ucapan tersebut dianggap menistakan agama oleh Jack Boyd Lapian dan Arya Permadi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan bahwa penyidik tengah mencermati keterangan-keterangan saksi lain.

“Pasti untuk kasus pak Rocky Gerung nanti dari penyidik akan melihat namanya klarifikasi kan tidak hanya yang bersangkutan, tapi klarifikasi juga kepada saksi lain. Pelapor juga sudah kita mintai klarifikasi, kemudian saksi-saksi yang melihat, mendengar, mengetahui peristiwa tersebut. Kini sedang dianalisis penyidik,” kata Argo, Selasa (5/2/2019).

Untuk membantu proses penyelidikan, Argo mengatakan bahwa pihaknya akan mengundang beberapa saksi ahli. “Pastinya nanti juga kita akan tarik saksi yang lain. Saksi-saksi ahli pun akan kita hadirkan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya tersebut.

Seperti yang diketahui, pengamat politik tersebut diminta mengklarifikasi terkait ucapannya “kitab suci fiksi” oleh kepolisian. Rocky dipanggil karena laporan yang dilimpahkan ke Bareskrim Polri ke Polda Metro Jaya.

Sekjem Cyber Indonesia Jack Boyd Lapian membuat laporan ke Breskrim Polri pada 16 April 2018. Laporan tersebut diterima dengan LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018 yaitu saat Rocky diduga melanggar pasal 156a KUHP.

Rocky juga dilaporkan dengan tuduhan yang sama oleh Permadi Aria alias Abu Janda pada Rabu 11 April 2018 di Polda Metro Jaya. Laporan kedua tersebut diterima oleh polisi dengan nomor TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskimsus tertanggal 11 April 2018.

Saat diperiksa kepolisian, Rocky mengatakan bahwa penyidik juga menanyakan soal fiksi dan fiktif. Dia juga menerangkan latar belakang dirinya memiliki pemikiran yang menyebut kitab suci adalah fiksi.

“Saya ini peneliti, pengajar, jadi saya memakai kata itu, termasuk kata kitab suci sebagai konsep dan itu konteksnya untuk mengajarkan dengan metode yang biasa disebut silogisme,” ucap Rocky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here