Presiden Joko Widodo Ingatkan Menteri Hati-hati Tahun Politik 2019

0
86
Presiden Joko Widodo (istimewa)
Presiden Joko Widodo (istimewa)

Elahan.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan seluruh jajarannya  agar hati-hati menginjak tahun politik 2019.

Pesan itu dikatakan Presiden Joko Widodo saat melangsungkan rapat kabinet paripurna yang dihadiri semua menteri dan kepala lembaga, di Istana Negara, Jakarta, Senin 7 Januari 2019.

“Jadi, presiden Jokowi telah menunjukkan kita mesti hati-hati untuk menghadapi tahun politik ini. Tentunya anda hadapkan untuk Pemilu 2019 tahun ini, guna ke Pemilu serentak pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden ini,” kata Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto usai rapat.

Menko Polhukam Wiranto menilai wajar andai Presiden Jokwo Widodo menunjukkan setiap menteri untuk mengawal semua kegiatan supaya Pemilu 2019 aman, damai, lancar, dan sukses.

“Jangan terganggu dengan hal-hal yang lain. Jangan terganggu dengan sebuah kebijakan-kebijakan yang malah mengganggu suksesnya Pemilu itu,” kata dia. Wiranto menambahkan, ketika ini pemerintah telah memetakan hal-hal yang dapat mengganggu pemilu.

Pemerintah bareng Bawaslu dan Polri sudah menciptakan suatu analisis daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan pemilu yang sangat tinggi.

“Dan kita telah mengidentifikasi kira-kira di soal apa kerawanan itu,” ujar dia.

Berdasarkan keterangan dari Menko Polhukam Wiranto, mulai kini pemerintah mulai bertahap mengupayakan menetralisir kerawanan itu.

Sehingga nanti pada ketika mendekati H, indeks kerawanan pemilu di semua wilayah diharapkan semakin rendah.

“Artinya Apa? Artinya tidak bakal ada sebuah ancaman yang lumayan serius terhadap pengamalan Pemilu. Itu yang mesti saya dan anda lakukan sebenarnya,” kata dia.

Menko Polhukam Wiranto mengingatkan, kesuksesan pemilu ini tidak saja ada di tangan pemerintah. Semua stakeholder mesti mensukseskan pemilu, mulai dari Bawaslu, DKPP, semua pemimpin partai politik, semua kontestan, sampai masyarakat sebagai pemilih.

“Itu mesti sama-sama semua memiliki tanggung jawab yang sama bahwa Pemilu ini kan pesta demokrasi menciptakan masyarakat tersebut ceria, bahagia, senang sebab 5 tahun sekali diberi peluang memilih pemimpin berkualitas,” ucap dia.

“Sehingga tidak perlu sebetulnya kita risaukan suasana menjadi panas dan konflik dan sebagainya,” tambah mantan Panglima ABRI ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here