Pro Kontra Hadirnya Gojek di Malaysia, dari Sisi Agama, Budaya, dan Keselamatan

0
21
Berita terbaru Gojek
Pro dan kontra Gojek beroperasi di Malaysia

Elahan.com, Kabinet menteri Malaysia sudah memberikan lampu hijau pada Gojek untuk beroperasi di Malaysia. Kehadiran penyedia layanan berbagi tumpangan (ride-hailing) asal Indonesia ini menuai pro dan kontra.

Kehadiran perusahaan decacorn Tanah Air ini disebut bisa menciptakan persaingan bisnis yang tidak sehat. Seperti yang disampaikan oleh pendiri MyCar Noah Maideen. Penyedia taksi online di Malaysia ini meminta agar pemerintah kembali mempertimbangkan izin yang diberikan tersebut. Sebab, perlu memperhatikan keamanan dan norma.

‘Pemain lokal’ ini juga mengaku siap meningkatkan fasilitas dan layanannya asal pemerintah juga mempertimbangkan izin yang diberikan pada layanan angkutan asal Indonesia ini untuk beroperasi di Malaysia.

Dia juga menyebut untuk layanan pesan antar makanan di Malaysia sudah ada dengan jasa FoodPanda, yang kehadirannya bisa turut meningkatkan lapangan pekerjaan di negeri Jiran tersebut.

Penolakan itu juga berasal dari sisi ajaran agama. Menurut seorang ulama di Selangor, Malaysia, Datuk Mohd Tamyes Abd Wahid, bahwa perempuan dan laki-laki yang bukan mahram tidak dibenarkan berboncengan di satu motor yang sama karena tidak sesuai dengan syariat Islam.

Beberapa hal inilah yang menjadi pertimbangan dari beberapa pihak agar pemerintah Malaysia mempertimbangkan kembali izin beroperasi pada layanan berbagi tumpangan tersebut.

Berita terbaru Gojek
Kabinet Malaysia beri izin Gojek beroperasi

Malaysia bukan tidak punya perusahaan lokal sejenis. Namun perusahaan Dego Ride tidak dapat izin karena alasan agama dan keselamatan, meskipun perusahaan ini sudah berdiri sejak 2016.

Senada dengan yang lainnya, pendiri Big Blue Taxi Services Shamsubahrin Ismail juga tidak setuju dengan hadirnya ojek online asal Indonesia ini. Dia menyebut, sebaiknya pemerintah terlebih dahulu fokus pada kebijakan mengenai berbagi tumpangan dan taksi online.

Bahkan dia juga menyebut bahwa anak muda Malaysia pantas mendapatkan yang lebih baik dari sekadar perusahaan transportasi, yang disebutnya tidak menjamin masa depan cemerlang.

Menurut dia, kebudayaan di Indonesia dengan Malaysia berbeda, sehingga tidak bisa disamakan. Dia menyebut bahwa perempuan di Indonesia bisa memeluk pengendara laki-laki serta tingkat kemiskinan yang sangat tinggi, jauh berbeda dengan di Malaysia.

Jika pemerintah Malaysia tetap mengizinkan ojek online asal Indonesia itu beroperasi, dirinya siap untuk mengajukan protes. Berbeda dengan Nabil Feisal Bamadhaj, dia memperbolehkan pesaing dari luar beroperasi, hanya saja pemain lokal mendapat pasar tertentu. Sehingga memiliki kesempatan untuk mengembangkan pasar serta mengukir nama di negeri sendiri, ujarnya.

Mengenai pro kontra ini, Perdana Menteri Malaysia Tun Mahathir Mohamad menyebut semua pilihan ada di tangan masyarakat. Publik bebas memilih mana tumpangan yang dirasa aman. Pemerintah menurutnya tidak memaksa sedikitpun.

Pemberian izin pada ojek online Indonesia itu sebagai upaya pemerintah Malaysia untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya pada negara. Pro dan kontra juga merupakan hal biasa.

Kekhawatiran dari berbagai pihak akan hadirnya Gojek juga sudah dijawab tegas oleh Menteri Transportasi Anthony Loke Siew Fook. Anthony mengatakan bahwa kekhawatiran, terlebih dari fator keselamatan, sudah dipertimbangkan olehnya sejak awal, bahkan dia pernah menentang kehadiran ojek online ini sebelumnya.

Anthony Loke Siew Fook yakin Gojek akan memastikan mitra pengemudinya mengutakamakn keselamatan ketika beroperasi di negeri Jiran. Kebijakan mengenai berbagi tumpangan dengan kendaraan roda dua juga akan segera dibuat dalam kurun waktu sebulan. Aturan tersebut juga termuat mengenai perempuan dan laki-laki yang bukan mahram. Pemerintah Malaysia juga menyebut tidak memiliki rencana mengatur biaya tambahan ketika terjadi kemacetan terkait layanan transportasi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here