Prosedur Pencairan Dana Taspen untuk Pensiunan ASN

0
3
dana taspen
Prosedur Pencairan Dana Taspen untuk Pensiunan ASN

Elahan.com, Setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dapat mencairkan uang pensiunan melalui dana taspen. Uang pensiunan yang diterima setiap bulannya ini akan diberikan sesuai dengan jabatan dan golongan ASN sebelum pensiun. Uang pensiunan ASN ini dapat dicairkan melalui PT Taspen (Persero) yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mengelola dana para pensiuan sekaligus mengurusi pencairannya sesuai dengan domisili Pegawai Negeri Sipil (PNS) bersangkutan.

Para PNS yang memasuki batas usia pensiun akan mendapatkan THT (tunjangan hari tua) dan uang pensiun. Untuk mencairkan THT maka peserta harus membawa formulir permintaan pembayaran, fotocopy SK Pensiun, KPPG atau asli SKPP, fotocopy Identitas / KTP pemohon, fotocopy Buku Tabungan (bila dibayarkan lewat Bank).

Lalu apasajakah syarat pencairan dana pensiun? Berikut persyaratannya:

1. Formulir permintaan pembayaran

2. Tembusan SK pensiun berpasfoto

3. Asli SKPP

4. Pas foto 3×4 (dua lembar)

5. Fotocopy/salinan Identitas / KTP Pemohon

6. Fotocopy buku tabungan (bila dibayarkan lewat Bank)

7. Fotocopy NPWP (bila ada)

Bila pemilik dana pensiun meninggal dunia sebelum mencairkan dana pensiun atau THT maka bisa dicairkan kepada ahli waris atau walinya.  Namun saat hendak mencairkan bawa pula berkas-berkas penunjang seperti misalnya surat keterangan sekolah (anak 21 – 25 tahun), surat kematian dari lurah/rumah dan lain-lainnya.

Semua persyaratan dibawa ke kantor cabang Taspen sesuai dengan domisili pensiunan PNS. Saat identitas sudah dipastikan lengkap, maka Taspen akan memberikan Kartu Identitas Pensiun (Karip). Kartu itulah yang akan menjadi dasar Taspen membayarkan sejumlah insentif untuk pensiunan selama masa hidupnya.

Uang akan diberikan setelah sekitar dua minggu setelah mendapatkan kartu tersebut. Sebagai informasi, kepesertaan Taspen menaungi dana pensiunan PNS, pegawai negeri daerah otonom, pejabat negara, hakim, penerima tunjangan perintis kemerdekaan, dan penerima pensiun anggota ABRI yang diberhentikan dengan hak pensiun sebelum April 1989.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here