Putusan Bawaslu Tak Luput Kritikan BPN Prabowo

0
22
Logo Bawaslu
Logo Bawaslu (istimewa)

Elahan.com – BPN Pabowo Subianto – Sandiaga Uno mengkritisi putusan Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan yang menghentikan kasus sangkaan pelanggaran pidana pemilu 15 camat di Makassar. Hanafi Rais selaku Sekretaris BPN menilai, penghentian kasus tersebut oleh Bawaslu berpotensi menurunkan keyakinan masyarakat terhadap pelaksana pemilu.

Hanafie menerangkan, 15 camat tampak jelas melakukan pernyataan mendukung paslon nomor urut 01 Jokowi – Ma’ruf. “Saya agak kaget sebab jelas-jelas di video tersebut kan camat, lagipula berseragam tersebut melakukan pernyataan dukungan ya. Saya nggak berakhir pikir kenapa itu dirasakan tidak melanggar,” ungkapnya Selasa (12/3).

Ia menambahkan, penghentian permasalahan ini masih menjadi pertanyaan besar untuk Badan Pemenangan Nasional (BPN). Hanafie menilai, masyarakat dapat menyaksikan kinerja dan netralitas pelaksana pemilu, dalam urusan ini Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Hanafie mengatakan “Selama ini kita mengupayakan percaya dengan semua penyelenggara pemilu dan pengawas pemilu. Dan, bila sudah dengan kasat mata dan di nalar biasa saja tersebut masuk pelanggaran berhubungan dengan jabatan aktif mengerjakan dukungan, tidak libur segala, tersebut tentu telah tidak masuk di akal kita”

Ia pun memandang, masyarakat akan melihat keberpihakan pelaksana pemilu pada paslon tertentu. Dengan demikian, kata Hanafie, lama kelamaan masyarakat akan menyerahkan penghakiman dengan memberikan sokongan pada pihak yang dirasakan dicurangi.

“Kalau itu tidak dipedulikan terus, masyarakat barangkali sekarang ya tidak dapat marah dalam makna vulgar, namun saya kira lama kelamaan mereka bakal kecewa dan saya mempercayai masyarakat bakal memberi hukuman pada mereka yang culas di bilik suara nanti dengan memilih Prabowo-Sandi,” ungkap Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Ferry Juliantono selaku Juru Bicara BPN meminta mahasiswa ikut memantau kinerja Bawaslu dalam memproses perkara. Berdasarkan keterangan dari dia, mahasiswa sebagai kaum intelektual di masyarakat mesti berperan aktif menjadi pengawas kinerja pelaksana pemilihan umum (pemilu).

Ferry mengimbau mahasiswa dan masyarakat jangan melulu melaporkan sangkaan pelanggaran kampanye Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pejabat daerahnya, tetapi pun ikut menjaga proses solusi di Bawaslu.

Ia menjelaskan “Teman-teman mahasiswa untuk tidak saja sekadar melaporkan, namun tongkrongin Bawaslu untuk menyimpulkan terjadi pelanggaran atau tidak”

Disamping itu, TKN Joko Widodo – Ma’ruf Amin meminta masyarakat percaya keputusan yang dipungut Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan terhadap 15 camat yang diperkirakan mendeklarasikan sokongan untuk paslon 01.

Arya Sinulingga selaku Juru Bicara TKN mengatakan “Kamu tahu Sulawesi Selatan tersebut termasuk basisnya siapa? Prabowo. Bawaslunya tegas berarti dan memang mereka tidak menemukan kesalahan, ya oke”

Ia mengakui, ASN memang jangan menyatakan sokongan mereka untuk paslon manapun. Meski demikian, dia melanjutkan, bukan berarti mereka tidak diperkenankan untuk menyerahkan hak pilih.

Arya menyamakan kasus pernyataan camat dengan permasalahan yang menimpa Ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Ma’arif yang ditetapkan tidak mengerjakan pelanggaran pemilu. Ia pun membela Bawaslu atas permasalahan yang pernah menimpa Kepala Desa Sampangagung, Kutorejo, Mojokerto, Jawa Timur, Suhartono alias Nono.

Ia mengimbau, seluruh pihak menganalisis perbedaan kedua permasalahan tersebut. Arya optimistis keputusan yang dipungut penyelenggara pemilu tidak bakal menurunkan kualitas pesta demokrasi lima tahunan. “Lagi pula menurut survei SMRC, tingkat keyakinan publik untuk KPU dan Bawaslu tinggi,” bebernya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here