Saham Bank-bank Besar Terjun Drastis, IHSG Turun Hampir 2% Lebih Pagi Ini

0
14
IHSG
Saham Bank-bank Besar Terjun Drastis, IHSG Turun Hampir 2% Lebih Pagi Ini

elahan.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menurun 2% lebih yang disebabkan oleh harga saham bank-bank besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok dalam pada perdagangan pagi ini, Kamis (11/6/2020). Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.05 WIB, harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) drop 6,92% ke level harga Rp 4.570/unit. Lalu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) terjun 6,86% ke level harga Rp 4.210/unit. Demikian pula dengan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) terkoreksi 3,30% ke level harga Rp 2.930/unit. Dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) drop 2,24% ke level Rp 28.350/unit.

Nilai transaksi pada pagi ini tercatat mencapai Rp 1,14 miliar dan asing membukukan net sell Rp 47,70 miliar di seluruh pasar. Saham yang paling banyak dijual investor asing antara lain, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) senilai Rp 35,8 miliar. Lalu saham Bank Mandiri senilai Rp 14 miliar dan saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) senilai Rp 6,2 miliar.

Mayoritas busa Asia hari ini terpantau merah, Hang Seng Index di Bursa Hong Kong turun sebesar 0,60%, Nikkei di Jepang terapresiasi sebesar 1,23%, sedangkan STI Singapore juga anjlok 1,86%. Dari Bursa saham kiblat dunia, Amerika Serikat (AS) juga anjlok pada perdagangan Rabu tadi malam (10/6/2020) atau Kamis pagi waktu Indonesia, setelah investor melanjutkan merealisasikan keuntungan (profit taking).

Indeks Dow Jones anjlok 1,04% atau turun 282,31 poin ke level 26.989,99. Selanjutnya S&P 500 yang juga ikut terdepresiasi 0,53% atau amblas 17,04 poin ke level 3.190,14, sementara Nasdaq berhasil menanjak sebesar 0,67% atau terbang 66,60 poin ke level 10.020,35.

Nasib Indeks Dow Jones dan Nasdaq bagaikan bumi dan langit. Dow Jones terpaksa terlempar dari angka psikologisnya 27.000, sementara Nasdaq berhasil membukukan rekor penutupan tertinggi sepanjang masa (all time high) menembus angka 10.000. Dimasa pandemi Covid-19, baik nilai mata uang maupun IHSG bergerak tidak stabil bahkan cenderung menurun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here