Sandiaga Ingin Lakukan Pertemuan Setelah Ahok Bebas

0
45
Sandiaga ingin bertemu setelah Ahok bebas
Sandiaga Uno ingin lakukan pertemuan setelah Ahok bebas

elahan.com, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, menyatakan keinginannya untuk mengadakan pertemuan setelah Ahok bebas dari penjara. Ia mengaku ingin meminta beberapa saran dari mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Sandi juga berharap dirinya memiliki kesempatan untuk mengunjungi pria yang memiliki nama asli Basuki Tjahaja Purnama yang sedang menjalani masa hukuman di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat itu.

“Ada beberapa advice yang pingin saya tanya ke dia,” ujar Sandi saat kami temui di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Rabu, 1 Juli 2018.

Ada beberapa saran yang akan diminta oleh Sandi, di antaranya terkait kebijakan-kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dikeluarkan saat Ahok masih menjabat sebagai gubernur. Sandiaga mengaku ingin mengetahui filosofi serta tujuan dari dikeluarkannya beberapa kebijakan tersebut.

“Ada beberapa kebijakan dulu yang saya ingin kroscek, filosofinya seperti apa,” ungkap Sandi.

Sandiaga pun mengaku sudah pernah menyampaikan niatnya untuk menjenguk Ahok. Hal tersebut ia sampaikan kepada pihak keluarga Ahok. Namun, hingga saat ini, Sandiaga belum mendapatkan kesempatan untuk menjenguk Ahok.

“Sudah sempet disampaikan (keinginan untuk menjenguk Ahok di penjara), terus saya bilang kalau nanti beliau berkenan (untuk dikunjungi), tolong sampaikan ke saya,” ujar Sandi.

Hal ini disampaikan Sandi saat ditanya pendapatnya mengenai kesempatan bebas bersyarat yang diberikan pada Ahok. Ketika pertanyaan itu dilontarkan wartawan, Sandiaga memilih untuk menolak berkomentar. Ia hanya menegaskan bahwa dia ingin bertemu Ahok untuk membicarakan soal DKI Jakarta.

“No comment kalau proses hukum, tetapi kalau beliau sudah bisa dihubungi, saya pingin banyak tanya sih,” pungkas Sandi.

Ahok sendiri dianggap telah memenuhi ketentuan pembebasan bersyarat. Sebab, ia telah menjalani sekurang-kurangnya dua pertiga masa pidana. Ketentuan ini didasari pada Pasal 14 ayat (1) huruf k Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan (UU Pemasyarakatan). Namun, Ahok menolak kesempatan tersebut.

Sebelumnya, Ahok harus mendekam di penjara sejak 9 Mei 2017. Ia divonis dua tahun penjara atas kasus penistaan agama. Dengan menolak kesempatan bebas bersyarat, Ahok bebas secara mutlak atau murni tahun depan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here