Sejarah dan Beberapa Aksi People Power di Dunia

0
25
people power yang pernah terjadi
people power yang pernah terjadi

Elahan.com, Istilah people power kembali santer terdengar  belakangan ini sebagai narasi yang menentang dugaan adanya kecurangan di Pemilu 2019 lalu. Ini juga terdengar seperti bentuk kekecewaan pada hasil kontestasi elektoral yang sudah hampir terlihat titik akhirnya.

Ada pro dan kontra pada pemaknaan istilah ini. Ada yang menyebut people power ini sebagai tindakan yang bisa menumbang kedaulatan seperti aksi makar, ada juga yang berpendapat bahwa people power merupkan gerakan lumrah yang terjadi dalam negara demokrasi yang telah diatur dalam Undang-undang.

Menurut sejarahnya, di jaman Yunani kuno, kegiatan berunjuk rasa memag sudah hal yang biasa terjadi di depan senat. Aksi ini dilakukan oleh rakyat ketika kebijakan senat tidak sesuai dan sejalan dengan aspirasi rakyat.

Lalu pada 1983, senator Filipina Benigno Aquino, Jr dibunuh di Manila International Airport yang membuat rakyat marah. Pembunuhan tersebut dilakukan setelah Ninoy, panggilan akrabnya, kembali dari tempat pengasingan di Amerika Serikat selama tiga tahun.

Kasus ini semakin membuat rakyat geram dan tidak percaya pada kepemimpinan Marcos. Akibat sakit dan kondisi yang terus memburuk, pemerintahan Marcos melemah. Istri Ninoy, Corazon, maju menjadi figur yang populer menentang pemerintahan Marcos.

Tiba-tiba pada 23 November 1985, Marcos memajukan pemilihan presiden setahun dari jadwal secara mendadak. Pemilihan tersebut diadakan pada 7 Februari 1986. Konferensi Uskup Katolik Filipina menyebut terjadi kecurangan pada pemilihan tersebut. Begitupun dengan Senat Amerika Serikat yang juga mengatakan resolusi yang sama.

Pada masa ini, istilah people power digunakan untuk merujuk pada aksi sosial damai yang terjadi di Filipina. Pada 1986 tersebut, selama empat hari, jutaan orang di Metro Manila berkumpul dengan tujuan untuk mengakhiri rezim pemerintahan otoriter Presdien Ferdinand Marcos, lalu mengangkat Corazon Aquino menjadi presiden.

Lalu, negara mana saja  yang pernah menggunakan aksi people power ini? Simak selengkapnya berikut ini.

Suriah

Sekitar pertengahan 2011, warga Suriah menggelar demo besar-besaran terhadap pemerintahan Bashar Al-Assad. Warga Suriah ini menuntut adanya reformasi demokratis di negaranya. Namun, Assad melawan penentangnya dengan cara-cara yang represif, seperti penangkapan dan penyiksaan hingga jadi pemicu terjadinya pemberontakan bersenjata tahun 2012-2013.

Perang sipil yang terjadi di Suriah semakin parah ketika ISIS muncul di tahun 2014. Bahkan ISIS sempat menguasai sepertiga dari wilayah Suriah. Kemudian, seiring dengan itu, muncul juga intervensi asing pada perang sipil ini seperti Amerika Serikat dan Suriah.

Sudan

People power di beberapa negara di dunia
People power di beberapa negara di dunia

Hingga saat ini militer dan pihak oposisi masih terjadi perselisihan pendapat terkait pemerintahan baru Sudan. Status darurat ini terjadi setelah militer mengkudeta Presiden Omar al-Bashir yang sudah berkuasa selama tiga dasawarsa. Lalu pada 6 April 2019 terjadi puncak dari protes besar-besaran. Aksi ini bertepatan dengan penggullingan diktator Jaafar Nimeiri yang terjadi pada tahun 1985.

Pascakemunduran pemerintahan Bashir, angkatan bersenjata mengambil alih kepemimpinan Sudan. Meski begitu, rakyat juga tidak terlalu senang dengan pemerintahan militer ini. Kelompok sipil meminta warga Sudan untuk menduduki markas militer karena tidak setuju dengan pemberlakuan jam malam.

Thailand

People power pernah memicu terjadinya krisis di Thailand tahun 2013-2014. Krisis ini berawal dari adanya demonstrasi anti-pemerintah sekitar Oktober 2013. Protes yang dilakukan warga tersebut berakhir dengan kudeta militer yang berhasil menggulingkan perdana menteri yang menjabat kala itu, Thaksin Shinawatra, Mei 2014.

Selain menduduki kantor pemerintahan, kantor media-media juga diduduki oleh para demonstran. Protes yang awalnya berjalan damai menjadi rusuh setelah terjadi bentrok dengan kelompok pro pemerintah. Sempat diberlakukan status darurat di seluruh negeri pada Mei 2014. Mahkamah Konstitusi Thailand juga memecat Yingluck dan juga sembilan menteri lain pada awal Mei. Tidak llama kemudian, militer menggulingkan Yingluck dan mengangkat perdana menteri sementara yaitu Panglima Militer Prayut Chan-o-cha.

Mesir

People power juga pernah terjadi di Mesir. Ratusan ribu warga turun ke jalan untuk mendesak Presiden Hosni mubarak mundur di tahun 2011 silam. Demo besar-besaran ini terjadi selama 18 hari untuk menuntut mundurnya Mubarak yang sudah 30 tahun berkuasa. Akhirnya, pada 2012 Presiden Mohamed Morsi terpilih setelah dilakukan pemilu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here