Sejarah Panjang MRT Jakarta yang Digagas 1985

0
62
MRT Jakarta
MRT Jakarta (istimewa)

Elahan.com – MRT Jakarta menghubungkan Lebak Bulus – Bundaran HI telah diresmikan mulai kemarin, Senin (25/3/2019). Selama sepekan, moda transportasi ini digratiskan.

Masyarakat dapat menikmati transportasi modern dan canggih ini usai diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin.

Patut diketahui, moda transportasi ini sebetulnya punya cerita panjang. Lantaran, proyek tersebut telah digagas semenjak puluhan tahun yang lalu

Laksana mengutip laman jakartamrt.co.id, proyek infrastruktur ini sebetulnya sudah digagas semenjak Orde Baru yaitu tahun 1985. Ada lebih dari 25 studi subjek umum dan eksklusif yang telah dilaksanakan bersangkutan dengan bisa jadi sistem MRT Jakarta

Tapi, proyek ini tak kunjung jalan. Krisis ekonomi dan politik yang terjadi antara rentang tahun 1997-1999 ditengarai sebagai di antara sebab proyek ini jalan di tempat.

Titik cerah pembangunan MRT hadir pada 26 April 2012. Gubernur DKI Jakarta saat tersebut Fauzi Bowo meresmikan pencanangan persiapan pembangunan MRT di Stadion Lebak Bulus, Jakarta.

Saat itu, Fauzi Bowo menyatakan lega. Ia bercita-cita MRT menjadi ikon pembangunan serta menjadi transportasi yang nyaman, tepat guna dan ramah lingkungan.

Pembangunan MRT lantas dilanjutkan gubernur selanjutnya Joko Widodo yang sekarang menjabat sebagai presiden. Jokowi saat tersebut menyebut proyek MRT masuk sebagai di antara prioritas dalam perkiraan Jakarta tahun 2013. Peletakan batu kesatu atau groundbreaking dilaksanakan pada Oktober 2013.

Dalam acara pernyataan Alumni Pangudi Luhur belum lama ini (6/2/2019), Jokowi menceritakan cerita mengenai keputusannya membina MRT.

“Saya suruh paparkan mengapa sih ini tidak dibangun-bangun semenjak 26 tahun lalu? Dipaparkan untuk saya kalau teknik memaparkannya seperti tersebut selalu hitungnya untung dan rugi. Ya tentu rugi terus, namanya transportasi massal. Tapi saya bertanya, saat tersebut ruginya berapa sih mesti subsidi Rp 3 triliun masing-masing tahun. Kita tahu APBD DKI Rp 73 triliun ketika itu,” beber Joko Widodo.

Jokowi melanjutkan, keputusannya untuk mengerjakan MRT merupakan keputusan politik. Menurutnya, andai tidak segera dieksekusi maka Jabodetabek bakal merugi triliunan rupiah per tahun. Sebut Jokowi, Jabotabek bakal kehilangan Rp 65 triliun setahun sebab kemacetan.

“Secara makro, hitung-hitungan negara tetap untung Rp 65 triliun tidak hilang masing-masing tahun. Pikiran saya melulu sesederhana itu, tergolong LRT dan lain-lain. Termasuk infrastruktur lebih dulu sebab hitung-hitungannya laksana itu. Kalau MRT di bina nanti-nanti, tanah di Jakarta bakal semakin mahal,” bebernya.

Jokowi kesudahannya meresmikan MRT Jakarta kemarin. Jokowi juga menitipkan pesan untuk masyarakat yang nantinya menjadi pemakai moda transportasi ini.

“Ini ialah sebuah kebiasaan baru sebab adalahyang kesatu di Indonesia. Apa yang hendak saya titip? Pertama, tidak boleh buang sampah di MRT dan stasiun MRT kita. Jaga supaya MRT dan stasiun yang anda miliki tidak kotor. Sanggup?” ujar Jokowi ketika meresmikan MRT di acara CFD atau car free day.

“Sanggup!” teriak warga.

Jokowi pun meminta penduduk yang memakai MRT guna tertib dan antre. Dia enggan ada yang berdesak-desakan karena pun berbahaya.

“Kalau inginkan naik MRT ngantre, jangan berhimpitan kaya ini. Antre dan disiplin waktunya, tidak boleh sampai pintu inginkan tutup baru masuk, kejepit pintu nanti, hati-hati dapat kejepit pintu,” ungkap Joko Widodo.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok memberi perkataan selamat atas beroperasinya MRT. Ucapannya tersebut dikatakan melalui akun Instagram-nya di @basukibtp.

Ahok bercita-cita MRT dapat menjadi transportasi massal yang meminimalisir kemacetan. Tidak itu saja, dia bercita-cita MRT menjadi simbol kemajuan baru.

Ucapan BTP dalam media sosial disertai dengan video kereta MRT yang tengah melaju.

“Dapat video ini dari @nachoseann, selamat beroperasi guna @mrtjakarta Semoga ini tidak menjadi moda transportasi massal yang dapat mengurangi kemacetan di Jakarta saja. Tetapi menjadi simbol kemajuan baru demi Indonesia yang jauh lebih baik dan maju,” beber BTP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here