Perang Dagang Amerika Serikat – Cina, Huawei Keluarkan Senjata Efektif

0
35
Perang dagang Amerika Serikat - Cina
Huawei dirugikan akibat keputusan Trump sebagai lanjutan dari perang dagang Amerika Serikat - Cina

Elahan.com, Berlanjutnya perang dagang Amerika Serikat – Cina ternyata ikut membuat Huawei terluka. Melalui keputusannya, Presiden Donald Trump melarang musuh asing melakukan bisnis telekomunikasi di AS, salah satu yang dianggap menjadi bagian musuh asing tersebut adalah Huawei.

Donald Trump menegaskan tidak ingin memiliki hubungan bisnis dengan Huawei yang merupakan raksasa teknologi Cina dengan alasan hubungan bisnis tersebut akan mengganggu keamanan nasional negaranya.

Huawei merugi karena kepres yang ditandatangani oleh Trump, Google, Broadcom, Facebook, hingga Intel, memutus hubungan dagang dengan Huawei. Padahal, pada konferensi Google I/O 2019, disebutkan bahwa ada 2,5 miliar perangkat Android aktif, yang 11,4 persen dari total tersebut disumbangkan oleh Huawei. Hal itu berarti bahwa ada sekitar 285 juta perangkat android buatan Huawei di tangan masyarakat, yang terancam akibat keputusan Trump tersebut.

AS mencurigai Huawei memiliki hubungan spesial dengan pemerintah Cina karena pendiri, Ren Zhengfei diduga pernah mengikuti Kongres Partai Komunis tahun 1982. Bahkan di tubuh perusahaan Huawei disebut memiliki Komite Partai Komunis. Sehingga Trump beranggapan bahwa pemerintah Cina mungkin saja memaksa Huawei memasang backdoor untuk memata-matai.

Perang dagang Amerika Serikat - Cina
Akibat perang dagang Amerika Serikat – Cina, Huawei ikut merugi

Huawei merupakan salah satu dari perusahaan dunia yang tidak terikat perbatasan negara. Perusahaan ini memiliki 92 perusahaan pemasok utama yang membantu menciptakan beragam perangkat. 33 perusahaan di antaranya merupakan perusahaan asal AS.

Meski diserang, tentu saja Huawei tidak akan berdiam diri. Serangan balik yang akan memukul industri-industri di AS sudah disiapkan Huawei. Senjata yang dianggap efektif untuk melawan keputusan tersebut adalah Paten.

Paten memang senjata dalam perang ekonomi. Oleh sebab itulah Huawei sejak 2007 tancap gas mengenai paten ini. Menurut AcclaimIP, hingga saat ini, Huawei memiliki 56.492 paten dalam teknologi, yaitu soal telekomunikasi, jaringan, dan teknologi tingkat tinggi bidang komunikasi lainnya. Bahkan Huawei memiliki portofolio kekayaan intelektual mencapai 102.911.

Huawei juga merupakan perusahaan ke 16 penerima paten terbanyak. Tahun lalu saja Huawei menerima 1.680 sertifikat dari Kantor Paten AS. Banyaknya paten yang dimiliki oleh Huawei ini karena banyaknya uang yang digelontorkan untuk meningkatkan bagian riset dan pengembangan. Dana yang digelontorkan untuk Huawei untuk bidang riset ini sudah menembus 100 miliar Yuan.

Perusahaan ini juga menjadi salah satu yang memiliki paten 5G terbanyak di dunia, sekitar 10 persen dari 1.450 paten 5G yang ada. Dengan adanya kebijakan Trump ini, tentu akan membuat perusahaan teknologi asal AS jadi tersandera.

Efek berlanjutnya perang dagang Amerika Serikat - Cina
Efek berlanjutnya perang dagang Amerika Serikat – Cina, Huawei keluarkan senjata efektif

Di dunia, perkara keuntungan paten ini bukan persoalan baru. Ada beberapa perusahaan besar dunia yang menerima uang dari transaksi paten yang dimilikinya. Misalnya saja Nokia, memperoleh lebih dari $1 miliar setiap tahunnya, IBM memperoleh $1,2 miliar dari paten-paten yang dimilikinya. Selain itu, ada juga Microsoft yang meraup untung sekitar $2 miliar atas kekayaan intelektual yang dimilikinya. Namun sepertinya Huawei ingin menggunakan kekuatan intelektual ini untuk tujuan lain, yaitu membatalkan keppres yang sudah diteken.

Verizon, yang merupakan provider telekomunikasi besar di AS, dimintai bayaran atas 230 paten miliknya dengan tagihan senilai $1 miliar. Menurut ahli, Huawei sebenarnya sudah mengetahui adanya pelanggaran paten yang dilakukan oleh Verizon, tetapi tidak ada tindakan apa-apa hingga setelah Trump mengusik mereka. Tentu mereka tak akan tinggal diam dan mengusik balik.

Sebelumnya, Larry Kudlow, selaku Direktur Dewan Ekonomi Nasional mengatakan akan memperpanjang perizinan Huawei selama tiga bulan sebagai niat baik dalam negosiasi perang dagang Amerika Serikat – Cina.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here