Sering Digunakan, Ketahui Bahaya Polimer Sintesis bagi Kesehatan

0
3
bahaya polimer
bahaya polimer bagi kesehatan

elahan.com, Banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi tahukah kamu akan bahaya polimer? Polimer merupakan senyawa molekul besar berbentuk rantai atau jaringan yang tersusun dari gabungan ribuan hingga jutaan unit pembangun yang berulang. Jenisnya dibagi menjadi dua yaitu polimer alam dan sintesis.

Polimer alam adalah polimer yang terdapat di alam dan berasal dari makhluk hidup. Contohnya yaitu seperti pati/amilum, selulosa, protein, dan lainnya yang terdapat dalam makanan seperti biji-bijian, susu telur, dan lain-lain. Sedangkan untuk polimer sintesis merupakan polimer buatan adalah polimer yang tidak terdapat di alam dan harus dibuat oleh manusia.

Molekul dalam polimer sintesis ini biasanya terkandung dalam plastik, kabel, bahan teflon, ban, dan lainnya yang berbahan dasar plastik. Kegunaan polimer sintesis ini banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun tahukan bahwa zat ini juga berbahaya?

Plastik saat ini dianggap sebagai salah satu ciri kemunculan zaman modern yang ditandai dengan kehidupan yang serba praktis dan nyaman. Kebanyakan plastik seperti PVC ditambahkan suatu bahan pelembut (plasticizers) agar tidak bersifat kaku dan rapuh. Bahan pelembut ini kebanyakannya terdiri atas kumpulan ftalat.

Namun penggunaan bahan tersebutlah yang justru menimbulkan masalah kesehatan. Sebagai contoh, penggunaan PCB sekarang sudah dilarang pemakaiannya karena dapat menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia. Di Jepang, keracunan pada PCB ini menimbulkan penyakit yang dikenal sebagai yusho. Tanda dan gejala dari keracunan ini berupa pigmentasi pada kulit dan benjolan-benjolan, gangguan pada perut, serta tangan dan kaki lemas. Sedangkan pada wanita hamil, mengakibatkan kematian bayi dalam kandungan serta bayi lahir cacat.

Contoh lain bahan yang juga berbahaya adalah DEHA. Berdasarkan hasil uji pada hewan, DEHA ini dapat merusakkan sistem peranakan dan menghasilkan janin yang cacat, selain mengakibatkan kanker hati. Meskipun dampak DEHA pada manusia belum diketahui secara pasti, hasil penelitian yang dilakukan pada hewan sepantasnya membuat kita lebih berhati-hati.

Bahaya lain yang mengancam kesehatan juga adalah membakar bahan yang terbuat dari plastik. Plastik memiliki tekstur yang kuat dan tidak mudah terdegradasi oleh mikroorganisme tanah. Oleh karena itu seringkali dibakar untuk menghindari pencemaran terhadap tanah dan air di lingkungan. Namun perlu diketahui bahwa pembakaran plastik ini justru dapat mendatangkan masalah tersendiri bagi kita. Plastik yang dibakar akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan gangguan kesuburan pada pria.

Hal lainnya lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan. Sebagai contoh adalah penggunaan kantong plastik hitam (kresek) untuk membungkus makanan seperti gorengan dan lain-lain. Menurut Made Arcana, ahli kimia dari Institut Teknologi Bandung , zat pewarna hitam yang terkena panas (misalnya berasal dari gorengan) dapat terurai, terdegradasi menjadi bentuk radikal. Zat racun itu bisa bereaksi dengan cepat, menjadi racun bila terkena panas.

Masih banyak bahaya polimer lainnya selain dari plastik, misalnya Styrofoam yang saat ini banyak digunakan untuk membungkus makanan. Banyak peneilitan yang telah menguji bahaya bahan tersebut terhadap kesehatan manusia. Baca juga berita informatif lainnya melalui koran digital tempo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here