Server Dituduh Jebol dan Menangkan Paslon 01, KPU Laporkan Penyebar Hoaks Ini

0
51
KPU laporkan penyebar hoak server jebol
KPU laporkan penyebar hoaks server jebol

Elahan.com, Pada 3 April 2019 kemarin, beredar video yang menyebut adanya kebocoran data dalam server KPU. Dalam potogan video yang diunggah dengan nama pengguna Aras Myta itu disebutkan bahwa kebocoran data tersebut terjadi pada Januari 2019.

Dalam video tersebut juga dijelaskan bahwa pada server tersebut pasangan calon 01 Jokowi-Ma’ruf sudah memiliki angka 57 persen suara di Pilpres 2019 nanti. Video tersebut diunggah dengan judul yang sensasional.

Menurut pembicaraan dalam video tersebut, dia menyebut terjadi kebocoran data ketika pada bulan Januari ke Singapura. Server KPU yang disebut memiliki pengamanan 7 lapis bisa bocor dan paslon 01 sudah memiliki angka 57 persen suara pada Pemilu 17 April nanti. Dia juga menyebut permasalahan ini harus dituntaskan sebelum hari pemilihan.

Ternyata ada video lain yang lebih panjang durasinya dengan nama pengguna Ytube Aswaja yang diunggah di Youtube pada hari yang sama pukul 19.41 WIB. Beberapa media online pun menulis berita mengenai isu server KPU yang bocor ini memanfaatkan berita yang sedang tren.

Menanggapi hal ini, Pramono Ubaid Tanthowi selaku Komisioner Komisi Pemilihan Umum membantah jebolnya server KPU tersebut. Bahkan Pramono juga mempertanyakan dari mana angka 57 persen tersebut mereka dapatkan.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi
Pramono Ubaid Tanthowi selaku komisioner KPU

Lagipula fasilitas sistem informasi teknologi yang akan dipergunakan dalam perhitungan adalah Situng alias Sistem Informasi Penghitungan Suara. Juga tidak ada server yang berada di luar negeri. Situng inilah yang nanti akan membantu perhitungan suara di pemilihan umum. Tidak mungkin ada hasil perhitungan sebelum pemilu dilaksanakan.

Mulai dari ketika memulai desain pembangunan Situng, kata Pramono, pihak KPU RI bersikap terbuka dnegan mengundang partai politik, tim paslon, serta masyarakat sipil. Hingga simulasi penggunaan Situng yang juga melibatkan pihak tersebut agar semuanya bisa melihat dan mengerti cara kerja sistem ini. Aplikasi ini bukan kali pertama digunakan, tetapi sudah sejak Pemilu 2014, Pilkada serentak 2015 dan 2017 lalu.

Lagipula, perhitungan suara tidak hanya dilakukan dengan sistem teknologi semata, tetapi juga masih menggunakan skema rekapitulasi manual dan berjenjang. Mulai dari perhitungan surat suara di TPS, tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, dan terakhir nasional. Proses perhitungan ini juga akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan saksi dan diawasi oleh Bawaslu.

Pramono menjelaskan jika seandainya benar server KPU itu jebol, maka tidak akan mempengaruhi hasil perhitungan suara sama sekali karena rekapitulasi tetap berjalan manual.

Dari klarifikasi Pramono tersebut jelas bahwa informasi yang disampaikan pada video itu tidak benar adanya. Pihak penyelenggara Pemilu tetap selalu berusaha untuk bersikap terbuka, memberikan klarifikasi mengenai isu yang beredar tentang lembaga ini, hingga konsisten dan menjaga netralitas.

Pada Kamis, 4 April 2019 kemaren, Komisi Pemilihan Umum resmi melaporkan menyebar berita hoak tersebut ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan. Ketua KPU Arief Budiman beserta para komisioner mendatangi Bareskrim pukul 19.30 WIB untuk menyampaikan laporan karena merasa berita bohong soal server yang jebol ini bisa mengganggu kepercayaan publik pada penyelenggara Pemilu. Arief Budiman juga membantah instansi itu memenangkan salah satu paslon.

Direktur Penyidikan Direktorat Tindak Pidana Siber Mabes Polri Brigjen (Pol) Rachmad Wibowo mengatakan akan menindaklanjuti laporan ini. Akan tetapi laporan tersebut masih dalam tahap proses sehingga belum bisa memberikan keterangan apapun.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Suhud Aliyudin, menyebut adalah hal wajar jika KPU melaporkan penyebar isu yang merugikan tersebut. Namun institusi ini juga harus menjelaskan dan meluruskan spekulasi yang beredar di masyarakat agar mengerti dengan jelas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here