Siapa Tim Mawar yang Jadi Perbincangan Belakangan Ini?

0
31
Tim Mawar
Tim Mawar

elahan.com, Seminggu belakangan, nama Tim Mawar memang menjadi sorotan dan perbincangan publik. Nama tim kecil ini mencuat usat Majalah Tempo membuka dugaan keterlibatan mantan anggotanya, Fauka Noor Farid, yang diduga menggerakkan massa terkait kerusuhan yang terjadi di sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada 21-22 Mei.

Tim ini berasal dari kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup IV TNI Angkatan Darat. Sebenarnya asal usul dan status tim ini masih menjadi teka-teki yang belum bisa dijawab kebenarannya hingga kini.

Dalam analisis yang ditulis oleh militer Made Supriatma di IndoPROGRESS pada 2014 lalu, Satuan Kopassus Grup IV ini memiliki tugas sebagai intelijen tempur. Keberadaan Tim Mawar tentu saja di lar kebiasaan operasi Kopassus. Biasanya dalam setiap operasi tertentu sebuah satuan tugas (satgas) akan dibentuk dalam satuan-satuan taktis (sattis) yang bertugas mengawasi satu kelompok atau wilayahdan melakukan inflitrasi.

Sehingga inilah yang membuat keberadaan tim yang disebut terlibat kerusuhan di Sarina itu merupakan satu sattis di bawah komando Grup IV/Sandi Yudha atau bukan. Tim yang terlibat saat penculikan aktivis 1998 ini dibentuk oleh Mayor Bambang Kristiono pada Juli 1997.

Tujuan dibentuknya tim ini adalah untuk memburu dan menangkap target yakni para aktivis 1998. Saat itu ada sebanyak 22 aktivis yang diculik, sembilan orang diantaranya kembali dalam keadaan hidup, sementara 13 lainnya hilang, salah satunya adalah Wiji Thukul.

Para anggota tim ini dihukum penjara bahkan ada juga yang dipecat sebagai anggota TNI. Made juga menulis di Facebooknya bahwa beberapa anggota tim sekarang berperan dalam mesin politik Prabowo Subianto.

Meskipun Juru Bicara BPN Andre Rosiade menyebut Fauka Noor Farid tidak termasuk dalam struktur BPN tetapi bergabung dalam organisasi relawan Garda Prabowo.

Keterkaitan antara Prabowo dengan tim ini memang dekat. Ketika 1998, tim ini menculik sejumlah aktivis atas dasar perintah dari Prabowo yang menjabat sebagai Danjen Kopassus. Namun, menurut pengakuan lain yang disampikan oleh mantan Danpuspom TNI yang menggantikan Syamsu Djalal, Mayjen (Purn) Djasri Marin, Prabowo tidak terlibat dalam penculikan aktivis tersebut karena Tim Mawar bekerja tanpa diperintahkan Prabowo.

Namun, teka-teki ini memang sulit untuk dijawab. Pada 2018 lalu, Arsip Keamanan Nasional (NSA) yang merilis 34 dokumen rahasia Amerika Serikat mengenai reformasi di Indonesia. Dalam catatan Kedutaan Besar AS di Jakarta mengenai nasib aktivis yang menghilang tersebut karena perintah dari Prabowo yang mengikuti perintah dari Presiden Soeharto. Banyak sekali misteri yang menyelimuti tim ini sebab semua pertanyaan yang diajukan tidak dijawab dengan jelas.

Mantan pimpinan Tim Mawar laporkan majalah Tempo
Mantan pimpinan Tim Mawar laporkan majalah Tempo

Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko meminta tidak menggunakan istilah Tim Mawar dan menyebut tim tersebut terlibat dalam kerusuhan 21-22 Mei lalu. Menurut Moeldoko, tim kecil ini sudah tidak ada.

Dia mengakuu tidak tahu pasti mengenai keterlibatan mantan anggota tim kecil tersebut secara perseorangan atau keseluruhan. Sehingga ada baiknya untuk menyerahkan hal ini pada penyelidika pihak kepolisian.

Penggunaan istilah nama Tim Mawar tersebut bisa membuat keadaan semakin kacau. Selain Bambang, tim ini terdiri dari sepuluh orang yaitu Kapten Inf. Fausani Syahrial Multhazar, Kapten Inf. Yulius Selvanus, Kapten Inf. Nugroho Sulistyo Budi, Kapten Inf. Dadang Hendra Yuda, Kapten Inf. Untung Budi Harto, Kapten Inf. Djaka Budi Utama, Kapten Inf. Fauka Noor, Serka Sigit Sugianto, Serka Sunaryo, dan Sertu Sukadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here