Sjamsul Nursalim, Tersangka Kasus BLBI dengan Harta Rp 12 Triliun

0
52
Sjamsul Nursalim
Sjamsul Nursalim

Elahan.com, Mantan Menteri Koordinator Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) Kwik Kian Gie selesai diperiksa KPK untuk tersangka Sjamsul Nursalim, mantan pemilik Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI).

Kwik Kian Gie diperiksa terkait kasus korupsi Surat Keterangan Lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Dalam pemeriksaan yang dilakukan pada Kamis, 11 Juli 2019, Kwik Kian Gie menyampaikan mengenai apa yang diketahuinya.

Kwik Kian Gie turut diperiksa untuk tersangka Sjamsul Nursalim
Kwik Kian Gie turut diperiksa untuk Sjamsul Nursalim

Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh penyidik hampir sama saat pemeriksaan untuk tersangka mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafrudin Arsyad Temenggung. Menurut Kwik Kian Gie, jika pertanyaan-pertanyaan sama, maka jawabannya juga hampir sama.

Pada kasus ini, istri Sjamsul, Itjih Nursalim, juga sudah ditetapkan sebagai tersangka baru. Negara dirugikan sebesar Rp 4,58 triliun.

Sekadar informasi, menurut Forbes, mantan pemilik Bank Dagang Negara Indonesia ini memiliki kekayaan bersih mencapai US$ 810 juta atau setara dengan Rp 12 triliun.

Perusahaan-perusahaan Milik Sjamsul Nursalim

  • PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL)

Perusahaan ini berawal ketika NV Noh Thay Hin berdiri tahun 1951 yang memproduksi ban luar dan ban dalam sepeda. Sjamsul terus mengembangkan usaha ini hingga kemudian memproduksi ban sepeda motor tahun 70-an dan bekerja sama dengan Inoue Rubber Company, perusahaan Jepang.

Gajah tunggal berkembang terus menerus hingga memproduksi ban mobil. Adapun salah satu merk terkenal saat ini adalah GT Radial. Meskipun sekarang nama kepemilikan GJTL tidak lagi terlihat nama Sjamsul. Namun kendali Sjamsul masih ada melalui Denham PTE Ltd yang memiliki 49,5 persen saham GJTL. Sebagai pemegang saham mayoritas Denham, Giti Tire mengaku secara tidak langsung memiliki 49,7 persen di GJTL. Giti Tire ini merupakan perusahaan yang dikendalikan Giti Tire.

  • MAPI

Perusahaan lain milik Sjamsul adalah PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI). Perusahaan ini didirikan oleh Sjamsul dan bergerak di bidang ritel fashion yang didirikan tahun 1995 dan masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2004.

MAPI memiliki jaringan lebih dari 2.300 toko ritel, seperti Zara, Starbucks, SOGO, Marks & Spencer, SEIBU, Reebook, Oshkosh, dan sebagainya. Tentu saja jika memasuki mal, kamu akan menjumpai salah satu merk MAPI di dalamnya. Sjamsul mengendalikan MAPI melalui PT Satya Mulia Gema Gemilang yang memiliki saham sebesar 51 persen.

  • BDNI

Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) merupakan nama yang erat kaitannya dengan Sjamsul Nursalim. BDNI termasuk salah satu penerima Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) senilai lebih dari Rp 47 triliun. Kewajiban tersebut dikurangi aset sebesar rp 18 triliun yang termasuk pinjaman pada petani atau oetambak Dipasena senilai Rp 4,8 triliun. Ternyata kredit pada Dipasena ini berstatus macet sehingga tidak bisa ditagih. Sehingga masih ada kewajiban sebesar Rp 4,58 triliun lagi karena baru membayar Rp 200 miliar hingga 2007 lalu.

Kasus inilah yang membuat Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim jadi tersangka karena diduga merugikan negara hingga Rp 4,58 triliun.

Tersangka lain kasus BLBI ini, Syafruddin Arsyad Temenggung sudah dilepas oleh Mahkamah Agung (MA). Hukuman 15 tahun penjara yang dijatuhkan untuk Syafruddin di tingkat banding dimentahkan oleh MA dalam putusan kasasi. Menurut MA, perbuatan yang dilakukan oleh Syafruddin yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) bukan merupakan tindakan pidana.

Meskipun hakim MA di pengadilan memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai putusan kasasi untuk Syafruddin tersebut. Tapi Syafruddin tetap dilepas oleh MA atas tuntutan hukuman pidana yang menjeratnya.

KPK sebenarnya sudah memanggil Sjamsul Nursalim dan Itjih, istrinya, untuk diperiksa sebagai tersangka. Namun, keduanya tidak memenuhi panggilan KPK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here