Soal Banjir Jakarta, Anies Baswedan Ramai Dihujani Kritik

0
5
banjir jakarta
Soal Banjir Jakarta, Anies Baswedan Ramai Dihujani Kritik

elahan.com, Bencana banjir jakarta diakibatkan curah hujan tinggi yang terjadi sejak 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020. Tidak hanya terjadi di Jakarta, banjir juga melanda beberapa daerah lainnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Banten. Bencana ini diketahui disebabkan oleh cuaca ekstrem yang memicu curah hujan tinggi sehingga meluap karena tidak dapat tertampung lagi.

Kota Jakarta sendiri hampir dari seluruh wilayah mengelami banjir sehingga berbagai rumah dan akses umum terndam air. Tidak hanya daerah-daerah yang biasa terkena benjir, beberapa wilayah yang belum pernah pun kini mengalami kebanjiran pertama kalinya. Hingga kawasan perumahan artis dan para anggota dewan pun ikut merasakan kebanjiran.

Akibat banjir awal tahun ini, gubernur Jakarta Anies Baswedan jadi sasaran kritikan sejumlah orang atas hasil kinjerjanya. Tak hanya para netizen, pemerintah pun ikut mengkritik gubernur Jakarta ini. Salah satu yang dikritik adalah kurangnya normalisasi kali atau sungai yang ada di Jakarta. Diketahui Jakarta memiliki 478 pompa di 176 titik lokasi. Sebelum banjir menerjang ibu kota, Anies memastikan bahwa pompa air bisa berfungsi dengan baik, namun ternyata beberapa pompa ikut terendam banjir dan tidak dapat berfungsi.

Kepala dinas Sumber Daya Alam (SDA) DKI Jakarta mengatakan bahwa sejumlah pompa air terendam saat banjir beberapa waktu lalu. Diperkirakan ada 10 pompa air yang terendam, sehingga tidak dapat dipaksakan beroperasi. Pernyataan berbeda datang dari Anies Baswedan yang mengatakan bahwa banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya disebabkan curah hujan yang tinggi.

Pompa air yang berfungsi menyedot air tidak sebanding dengan tingginya intensitas hujan yang terjadi pada tanggal 31 Desember 2019 hingga 1 Januari 2020.Banjir kali ini memang terjadi di berbagai wilayah yang tidak pernah banjir sebelumnya. Masyarakat Jakartapun akhirnya ramai mengkritik sang gubernur yang dirasa tidak dapat mengatasi banjir. Anies Baswedan ramai dihujani kritikan dan nyinyiran dari para netizen. Adapun, masyarakat juga membuat petisi online untuk menurunkan Anies dari jabatannya.

Petisi copot Anies Baswedan oleh akun opini kamu itu telah ditanda tangani oleh lebih dari 22ribu orang . Petisi online tersebut ditujukan kepada Presiden Jokowi dan Mentri Dalam Negeri Tito Karnavian. Tertulis dalam petisi bahwa Anies Baswedan dianggap gagal dalam mengambil kebijakan dan keputusan.

Menanggapi hal ini, Preside PKS Sohibul Iman yang dimintai pendapat, justru mendukung masyarakat yang mengkritik Anies Baswedan. Sohibul Iman mengatakan bahwa pemimpin itu memang harus siap dikritik atas kinerjanya. Beliau juga meminta agar Anies tidak mengambil hati dari setiap kritik yang dilontarkan kepanya.

Anies juga dianggap bersilang pendapat mengenai masalah banjir jakarta ini, dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono serta Presiden Jokowi. Menurut Anies, pernyataan Basuki yang mengatakan normalisasi ciliwung belum maksimal dianggap tidak tepat, akan tetapi harus ditanggulangi dari hulu. Selain itu juga Presiden Jokowi yang memberikan ungkapan bahwa menjaga kebersihan lingkungan dari sampah untuk mencegah banjir, dirasa tidak tepat oleh Anies karena banjir yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh sampah.

Mengetahui sedang dihujani kritikan, Anies tetap membantu mengatasi banjir dengan ikut turun ke beberapa lokasi banjir dan membantu warga melakukan kerja bakti. Selain itu, ia juga mengerahkan anak buahnya untuk bekerja non stop membantu mengatasi banjir. Ia juga menyebut bahwa tugas Pemprov DKI Jakarta masih banyak untuk menuntaskan banjir. Parameter tuntasnya banjir itu sendiri adalah banjir dan genangan air surut, warga kembali ke rumahnya, akses dan fasilitas publik berfungsi, dan masyarakat bisa kembali melakukan kegiatan kesehariannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here