Surat Suara Pemilu Terkirim Sekitar 50 Persen di KPUD Jawa Tengah

0
90
surat suara pemilu 2019
surat suara pemilu 2019 (istimewa)

Elahan.com – Distribusi logistik surat suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 ke-35 Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten atau kota di Jawa Tengah (Jateng) telah menjangkau 50 persen.

Yulianto Sudrajat  selaku KPU Jawa Tengah, menuliskan logistik surat suara Pemilu sudah didistribusi ke-19 KPU kabupaten atau kota .

Yulianto mengatakan “Dari 35 KPU kabupaten atau kota  di Jateng yang telah menerima surat suara 19 KPU. Jadi bermukim 16 wilayah lagi,” Rabu (20/2).

Ke-19 KPU tersebut antara lain, Blora, Kendal, Kabupaten Magelang, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Temanggung, Solo,  Pati, Sragen, Brebes, Purworejo, Kota Pekalongan, dan Salatiga.

Yulianto menerangkan bahwa penyaluran logistik surat Pemilu 2019 diinginkan sudah rampung diterima semua KPU kabupaten atau kota pada 17 Maret mendatang.

“Meski pada mula pengiriman surat sempat merasakan kendala, tapi kini sudah suara berlangsung lancar,” bebernya.

Yulianto mengakui pada mula pengiriman surat suara di sejumlah daerah laksana di KPU Kudus ada tantangan gudang penyimpanan sebab kurang koordinasi.

Yulianto menerangkan pengiriman surat suara Pemilu dilaksanakan pihak percetakan pemenang tender Komisi Pemilihan Umum Pusat langsung ke Komisi Pemilihan Umum kabupaten atau kota .

“KPU kabupaten atau kota  sebetulnya sudah menyiapkan gudang penyimpanan surat suara yang representatif. Hanya tidak cukup koordinasi ketika datang sampai-sampai sempat terdapat kendala,” bebernya.

Yulianto menambahkan telah mengerjakan koordinasi dengan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) dan kepolisian di wilayah untuk pengamanan penyaluran surat pemilih.

“Setiap gudang lokasi penyimpanan surat pemilih dan logistik Pemilu lainnya menemukan penjagaan dari aparat kepolisian,” ungkapnya.

Rofiuddin selaku Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng, sebelumnya menyatakan penyaluran surat pemilih Pemilu 2019 di kabupaten atau kota terkesan tanpa terdapat perencanaan yang matang.

Kondisi ini mengakibatkan jajaran Bawaslu kabupaten atau kota  mengalami kendala melakukan pengawasan sebab tiadanya jadwal dan pengumuman kedatangan ekspedisi surat pemilih tersebut.

Distribusi surat Pemilu 2019, menurut keterangan dari Rofiuddin tanpa perencanaan matang sampai-sampai jajaran Bawaslu wilayah tidak dapat mengerjakan pengawasan secara maksimal.

Di samping itu sejumlah Komisi Pemilihan Umum laksana KPU Purworejo mesti menantikan satu hari untuk merombak logistik tersebut sebab tenaga bongkar belum siap.

Demikian pula Komisi Pemilihan Umum Kudus mesti mengalihkan logistik Pemilu gudang beda sebelum memasukkan surat pemilih ke dalam gudang tersebut.

“Bawaslu pun mendapati ekspedisi surat suara tanpa terdapat pengawalan dari aparat Polri sehingga paling rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Yulianto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here