Tak Terima Lagunya dijadikan Kampanye, Kill The DJ Lapor Polda

0
92
Kill The DJ Lapor Polda DIY seletah Lagunya dipakai Kampanye salah satu paslon capres cawapres (istimewa)
Kill The DJ Lapor Polda DIY seletah Lagunya dipakai Kampanye salah satu paslon capres cawapres (istimewa)

Elahan.com – Marzuki Mohamad atau kerap disapa Kill the DJ keberatan dengan pengubahan lirik lagu yang dia karang, lagu ‘Jogja Istimewa’ diubah menjadi alat kampanye paslon capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Lewat akun Twitter @killthedj, ia mengutarakan keberatannya. Awalnya ia mengetahui akun lain mengunggah video lagu ‘Jogja Istimewa’ yang telah diubah liriknya untuk kampanye capres – cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

“Maling laguuuu bangsa*t !!! Yang gak terima bukan cuma saya sebagai pemilik hak cipta, orang Jogja juga gak akan terima lagu ini dipakai buat kampanye Pilpres!!!,” tulis @killthedj, Senin 14 Januari 2019.

Ternyata pengubah lagu ialah emak-emak dari  relawan capres-cawapres nomor urut 02 ini di acara sarasehan dan dihadiri adik ipar Prabowo, Anie Hashim.

Lirik dari lagu ini diubah dan dinyayikan  ketika Anie Hashim video call dengan Prabowo, ketika mendengarnya capres ini nampak tersenyum dan melambaikan tangannya.

Akhir dari persoalan ini, Marzuki Kill the DJ melaporkan dua akun media sosial ke Mapolda DIY, Selasa 15 Januari 2019. Akun-akun ini dilaporkan sebab mengupload video penggalan lagu ‘Jogja Istimewa’ yang diubah liriknya untuk kampanye Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

Dengan kuasa hukumnya , Marzuki Kill the DJ menambahkan barang bukti  berupa file video ‘Jogja Istimewa’ yang sudah diubah liriknya, dan dokumen bukti hak cipta lagu tersebut ciptaan Marzuki Mohamad.

Alasan Marzuki Kill the DJ menempuh jalur hukum, karena ia tak terima lagu karangannya dipakai kampanye salah satu paslon capres-cawapres, dan mengubah lirik lagu tanpa izin darinya.

Mulanya Marzuki Kill the DJ hanya menuntut pengubah lirik lagu dan pengupload videonya untuk meminta maaf secara terbuka. Namun tuntutan itu diacuhkan, akhinya Kill The DJ menempuh jalur hukum.

“Dari kemarin sebenarnya menuntut ada permintaan maaf resmi, tidak ada permintaan maaf. Saya tahunya dari sosial media makanya saya mengadukan dari yang terjadi di sosial media (karena) tidak ada sama sekali yang minta maaf,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here