Tanggapi Soal Banjir Jakarta, Ahok Sebut Anies Lebih Paham

0
5
Ahok
Tanggapi Soal Banjir Jakarta, Ahok Sebut Anies Lebih Paham

elahan.com, Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memberikan tanggapannya mengenai yang sempat merendam Jakarta di awal tahun ini. Dia meminta kepada masyarakat agar percaya kepada Gubernur DKI Jakarta saat ini yaitu Anies Baswedan dalam mengatasi banjir di ibu kota.

“Pak Anies itu lebih pintar mengatasinya,” ujarnya di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 14 Januari 2020. Komisaris utama Pertamina itu juga enggan memberikan masukan untuk disampaikan kepada Anies.

Hal itu dikarenakan sudah banyak ahli atau orang yang memberikan saran kepada mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu untuk menangani banjir. “Udah banyak yang kasih masukan kok. Iya engga? Temen gua udah ngasih masukan,” ujar Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini.

Saat ditanya soal demonstrasi yang digelar agar Anies Baswedan turun dari jabatan Gubernur DKI, Ahok juga memilih irit bicara. “Kalau soal demo aku enggak tahu. Aku sudah lulusan Mako Brimob, sudah lupa aku,” kata dia.

Banjir merendam berbagai wilayah Jakarta dan sekitarnya pada awal tahun 2020. Bencana yang dipicu curah hujan lebat itu membuat ribuan orang terpaksa mengungsi dan mendapatkan kerugian yang besar. Selama banjir, Anies menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak akan lari dari tanggung jawab.

Dalam beberapa hari saat banjir terjadi, Anies juga turun ke berbagai lokasi banjir untuk memantau langsung proses penanganan serta distribusi bantuan. Banjir yang melanda DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada awal tahun ini membuat sejumlah warga kecewa dengan kepemimpinan Anies. Sekelompok masyarakat yang menamakan diri Suara Rakyat Bersatu berunjuk rasa di Balai Kota meminta Anies mundur. Mereka mengajukan gugatan class action terhadap Anies.

Tidak hanya massa yang kontra, massa yang merupakan pendukung Anies rencananya juga akan menggelar aksi di depan Balai Kota. Organisasi Masyarakat Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) menyatakan aksinya ini untuk mendukung Anies agar tetap fokus menangani banjir.

Banjir yang menerjang Jakarta dan sekitarnya pada awal Januari 2020 lalu membuat masalah normalisasi sungai yang mandek menjadi perbincangan hangat. Perdebatan yang sempat muncul adalah, harus melakukan normalisasi atau naturalisasi?

Pemerintah selama ini menjalankan program normalisasi atau pelebaran sungai, namun program ini sempat mandek karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta belum juga melakukan pembebasan lahan. Sementara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memilih naturalisasi yang intinya sama yaitu pembebasan lahan, namun juga mengedepankan pengembalian fungsi alamiah lahan di sekitar sungai.

Berdasarkan situs Jakarta Smart City, normalisasi sungai adalah metode penyediaan alur sungai dengan kapasitas mencukupi untuk menyalurkan air, terutama air yang berlebih saat curah hujan tinggi. Normalisasi dilakukan karena mengecilnya kapasitas sungai akibat pendangkalan dan penyempitan badan sungai, dinding yang rawan longsor, aliran air yang belum terbangun dengan baik, dan penyalahgunaan untuk permukiman.

Dinas Tata Air DKI melakukan normalisasi sungai dengan cara pengerukan sungai untuk memperlebar dan memperdalam sungai, pemasangan sheet pile untuk pengerasan dinding sungai, pembangunan sodetan, hingga pembangunan tanggul.
Dinas Kebersihan DKI juga mengeksekusi normalisasi lewat cara menjaga kebersihan sungai sehingga sungai dapat difungsikan sebagai air baku.

Normalisasi diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi, dan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030. Saat ini tercatat ada 13 sungai di Jakarta yakni Sungai Ciliwung, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Baru Barat, Mookevart, Baru Timur, Cipinang, Sunter, Buaran, Jati Kramat, dan Cakung.

Dimasa Kepemimpinan Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta, perihal normalisasi sungai-sungai yang ada di wilayah Jakarta juga sudah dilakukan. Hal inilah yang membuat masyarakat membandingkan kondisi Jakarta di era suami Puput Nastiti Devi itu dengan era Anies Baswedan saat ini.

Baca juga berita lainnya di majalah tempo melalui langganan majalah tempo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here