Tarif Tol Trans Jawa Sudah Murah, Beber Menteri PUPR

0
71
Ilustrasi Tol Trans Jawa
Ilustrasi Tol Trans Jawa (istimewa)

Elahan.com – Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR menilai tarif Tol Trans Jawa yang berlaku ketika ini masih terbilang lumrah dan tidak semahal yang dikeluhkan sejumlah pihak, khususnya pengusaha sektor logistik.

Untuk saat ini, tarif Tol Trans Jawa terdaftar sebesar Rp1.000 per KM. Berdasarkan keterangan dari Hadimuljono, tarif ini terbilang lumrah yang menggambarkan perhitungan harga pada masa transisi saat tol sudah berlalu dibangun dan beroperasi efektif cocok dengan masa konsesi.

Ketika masa konsesi selesai, bukan tidak barangkali tarif Tol Trans Jawa bakal lebih rendah. Saat ini, masa konsesi tol yang menghubungkan Merak sampai Banyuwangi tersebut sekitar 35 sampai 40 tahun.

Hadimuljono saat berada di lingkungan Istana Kepresidenan mengatakan “Dari segi rasional, saya masih oke guna harga per kilometer-nya. Ini kan masa transisi, jadi kami tunggu situasi normal nanti,” ungkapnya pada Rabu (13/2).

Menurut Menteri PUPR tersebut pemerintah turut memberi potongan harga alias diskon untuk pemakai jalan tol sebesar 15% yang diserahkan selama dua bulan dari Januari sampai Maret 2019.

Di sisi lain, Hadimuljono menuliskan tarif tol ini masih wajar sebab pembangunan tol ditujukan sebagai pilihan bagi masyarakat yang hendak melintas dari satu titik ke titik lainnya. Artinya, saat jalan tol telah ada, bukan berarti seluruh masyarakat mesti memakai jalan tersebut.

Sebab, jalan nontol pun sebetulnya masih dapat digunakan, contohnya jalan utama di pesisir Pantura (Pantai Utara).

Dia menerangkan “Mereka (pengemudi) misalnya dapat keluar lewat Cipali, nanti masuk lagi ke jalan yang lama, baru lantas misalnya terdapat tol baru terbit lagi (dari jalan non tol)”

Meski begitu, Hadimuljono belum dapat memberi sikap tentu terhadap wacana penurunan tarif tol yang pernah direncanakan dengan memanggil semua BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) dan BUJT (Badan Usaha Jalan Tol).

Pasalnya, sekian banyak  opsi penetapan tarif Tol Trans Jawa masih terus dikaji. Salah satunya dengan memperpanjang masa konsesi jalan tol tersebut.

Mengetahui, Ketua ALI Zaldy Ilham Masita mengeluhkan tarif Tol Trans Jawa karena dirasakan terlalu mahal. Sebab, tarif tersebut menciptakan truk yang membawa barang logistik lebih memilih lewat jalur Pantura ketimbang tol.

Zaldy Ilham Masita mengatakan “Penghematan masa-masa tidak dapat menutupi tambahan ongkos kalau lewat tol”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here