Tersangka Kasus Novel Baswedan Sudah Ditetapkan, Banyak Temukan Kejanggalan

0
22
kasus Novel Baswedan
Tersangka Kasus Novel Baswedan Sudah Ditetapkan, Banyak Temukan Kejanggalan

elahan.com, Polisi telah menetapkan dua orang tersangka kasus Novel Baswedan yang melakukan penyiraman air keras. Berdasarkan keterangan, kedua tersangka berinisial RB dan RM merupakan anggota aktif kepolisian. Mereka ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Kamis, 26 Desember 2019. Namun telah ditangkapnya tersangka, Novel Baswedan dan pengacaranya justru temukan banyak kejanggalan.

Diakui motif penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK itu karena alasan dendam pribadi. Salah satu pelaku yang berinisial RB menyampaikan kekesalannya di depan awak media. “Tolong dicatat, saya tidak suka dengan Novel karena dia penghianat,” ujar RB saat keluar dari Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono mengungkapkan, dari kedua tersangka memiliki peran yang berbeda. Pelaku yang menyiram cairan kimia ke wajah Novel Baswedan adalah RB. “Perannya ada yang nyopir ada yang nyiram, yang nyiram RB,” ucap Argo, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019).

Pada senin, 6 Janurari 2020 Novel Baswedan memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk dijadikan saksi ditemani oleh pengacaranya, Saor Siagian. Baik Novel maupun Saor merasakan ada kejanggalan atas penangkapan kedua tersangka. Kejanggalan itu terlihat atas ungkapan bahwa motif yang melatarbelakangi adalah dendam pribadi.

Kejanggalan lainnya juga  terlihat pada sketsa pelaku kasus Novel Baswedan yang dibuat polisi berdasarkan keterangan saksi-saksi. Menurut keterangan kliennya, tidak ada kemiripan kedua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka dengan sosok yang menyerang.

Kejanggalan selanjutnya yaitu mengenai profesi dua penyerang Novel Baswedan yang merupakan anggota Polri aktif dan berdinas di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. “Dari sketsa, pelaku kan tidak pernah mengarah ke teman-teman polisi. Ternyata teman-teman penyidik menetapkan dua tersangka dari kepolisian,” sambungnya.

Novel mengakui bingung atas alasan pelaku yang mengakui dendam kepada dirinya. Ia merasa sama sekali tidak mengenali kedua pelaku yang saat ini ditetapkan sebagai tersangka itu. Menurutnya bagaimana mungkin bisa merasa dendam sedangkan belum saling mengenal. Ungkapan tersangka RB yang juga menyebut Novel pengkhianat tambah membuat dirinya merasa bingung.

Tugasnya sebagai penyidik koruptor, namun disebut pengkhianat. Novel menanyakan bagian mana dan siapa yang dikhianatinya. Ia pun merasa sangat janggal atas penangkapan dua orang polri yang ditetapkan sebagai tersangka. Dirinya merasa jalan kedepan tidak akan lurus juga diawalnya sudah banyak yang dipelintir.

Untuk pasal yang dijatuhkan kepada tersangka, Novel Baswedan juga sangat menyayangkan. Diketahui tersangka akan dijatuhkan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. Pasal itu akan membuat tersangka mudah bebas karena kronologi kejadian hanya satu orang yang menyiramkan air keras bukan pengeroyokan oleh dua orang atau lebih terhadap satu orang.

Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta ikut turun tangan dalam menangani perkara penyerangan air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Asri Agung Putra menunjuk empat jaksa peneliti. Keempatnya diberikan tugas untuk mengikuti dan memantau perkembangan penyidikan kasus Novel Baswedan dengan menerbitkan Surat P-16 No.: Print-37/M.1.4/Eku.1/01/2020 tanggal 7 Januari 2020.

Penerbitan Surat P-16 merupakan bentuk tindak lanjut atas diterimanya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan ( SPDP ) No.: B/24261/XII/RES.1.24/2019/Ditreskrimum tanggal 27 Desember 2019 dari Polda Metro Jaya, pada tanggal 02 Januari 2020. Pihak kepolisian telah menetapkan dua anggota Polri aktif sebagai tersangka penyerangan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Baca juga berita lainnya dengan berlangganan, cek promo langganan tempo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here