TNI AD Berprestasi di Ajang Internasional, Intip Senjata yang Digunakan

0
66
TNI AD kembali memenangi ajang internasional AASAM 2019
TNI AD kembali memenangi ajang internasional AASAM

Elahan.com, TNI Angkatan Darat (AD) tahun ini kembali menjuarai Australian Army Skill At Arms Meeting (AASAM) 2019. AASAM ini merupakan perlombaan tembak tahunan antarnegara. Ini menjadi kali kedua belas pasukan pertahanan Indonesia tersebut memenangi ajang perlombaan ini.

Senjata yang digunakan pada perlombaan ini menarik perhatian. Sebab TNI AD menggunakan senjata dari PT Pindad (Persero) yang merupakan produk anak negeri. Salah satu jenisnya adalah SS2-V4 Heavy Barel (HB) dengan munisi kaliber 5.56 mm.

Tentu kehebatan dari senjata ini yang bisa membawa TNI AD menjadi sorotan. Yuk simak beberapa kehebatan senjata produk PT. Pindad (Persero).

Senjata yang digunakan TNI AD pada ajang internasional
Senjata yang digunakan TNI AD pada ajang AASAM 2019

Senapa versi SS2 ini sudah diluncurkan sejak 2006 lalu. Senjata ini diciptakan karena adanya keinginan untuk menciptakan serbu yang lebih teliti dan ringan. Sementara senjata SS1 bekerja dengan sistem kerja gas, pengumpanan magasen dengan tembakan yang dipilih.

Perbedaan dari kedua jenis senjata ini ada pada hentakan kecil ketika penembakan berkat adanya karet buffer di bagian belakangan senjata. Laras SS2 punya enam alur dengan putaran 178 mm dengan peredam sinar yang mengurangi pancaran api serta mengurangi hentakan ke belakang.

Pembidikan dengan lubang pada pisir bisa diatur elevasi maupun azimutnya sehingga lebih meningkatkan ketelitiannya.

Sama seperti SS1, SS2 ini juga ada dalam empat jenis yaitu SS2-V2, SS2-V4, dan SS2-V5, serta SS2 V4 HB yang memiliki jarak tembak efekktif 500 meter.

Pada debat capres keempat lalu, Presiden Jokowi menyebut bahwa membangun sistem pertahanan tidak hanya dengan belanja alat utama sistem persenjataan (alutsista) saja. Tetapi bisa diakali dengan melakukan investasi pertahanan. Sebab anggaran pertahanan cukup untuk membangun industri alutsista. Salah satu alutsista yang sudah dibeli beberapa negara lain dan yang masih dikembangkan adalah Senapan Serbu 2 (SS2) ini.

Senapan ini disebut menjadi salah satu yang ditakuti oleh negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Australia. Senapan ini juga membantu mengantarkan TNI meraih kemenangan saat mengikuti perlombaan AASAM 2019.

Bahkan militer Australia pernah meminta agar senjata produksi Indonesia tersebut dibongkar karena dicurigai ada kecurangan saat perlombaan internasional.

Sebelumnya senjata SS1 hasil produksi PT Pindad juga sudah terbukti mempuni di medan tempur. Keduanya memang memiliki kelebihan terutama dalam akurasi, ergoekonomis, ringan, dan tahan terhadap kelembaban yang tinggi. Peluru yang digunakan juga standar NATO dengan kaliber 5.56 x 45 mm dengan berat kosong 3.8 kg. Itulah mengapa negara seperti Thailand, Singapura, Mozambik, Nigeria, dan Zimbabwe tertarik untuk membelinya.

Selain SS2, senjata lain yang juga produksi anak negeri adalah pistol G2. Senjata ini pernah dibeli oleh negara Timur Tengah hingga 10.000 unit dengan harga Rp 35 juta per unitnya. Senjata G2 ini juga produksi PT Pindad sejak 2011. Senjata ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi dibanding dengan senjata lainnya yang sejenis. Negara Laos dan Filipina juga pernah membeli pistol ini untuk keperluan militer negara mereka.

Malaysia dan Oman memilih mencoba kehebatan Panser Anoa yang juga merupakan buatan PT Pindad. Brunei bahkan membeli Panser Anoa sebanyak 45 unit. Bahkan panser dengan mesin Renault ini menjadi salah satu senjata yang paling laris dijual di pasaran.

Panser ini memiliki kualitas III standar NATO. Jika dibandingkan dengan panser buatan Tiongkok dan India, Panser Anoa juga digunakan untuk pasukan perdamaian Indonesia di Lebanon. Bahan baja pembuatan senapan ini juga lebih baik daripada Tank Scorpion dari Inggris. Masih banyak lagi jenis senjata produksi Indonesia yang tidak kalah mempuni.

Ajang perlombaan yang diikuti TNI di Puckapunyal Military Range, Victria, Australia, mulai 26 Maret hingga 2 April 201 itu membuktikan bahwa persenjataan militer Indonesia bisa mengalahkan persenjataan negara-negara modern dan maju lainnya seperti Amerika, Inggris, Perancis, hingga tuan rumah sendiri, Australia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here