Umrah di Bulan Ramadan Sama dengan Pahala Berhaji?

0
74
Umrah di bulan ramadan sama dengan melaksanakan ibadah haji
Umrah di bulan ramadan sama dengan melaksanakan ibadah haji

Elahan.com, Selain menjalankan ibadah puasa, ada juga ibadah lain di bulan ramadan, yakni umrah. Para ulama menyebut bahwa melaksanakan umrah di bulan puasa sama seperti mengerjakan ibadah haji.

Hal inii mengacu pada hadits Shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas. Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada seorang wanita, “Umrah di bulan ramadan pahalanya seperti ibadah haji.”

Ada juga riwayat lain yang menyebut bahwa melaksanakan umrah di bulan puasa sama seperti menjalankan ibadah umrah bersama dengan beliau. Rasulullah SAW berkata, “(pahalanya seperti) haji bersamaku.”

Tetapi tidak semua ulama bersepakat dengan penafsiran ini. Sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa hadits yang membahas mengenai umrah di bulan ramadan ini hanya untuk wanita saja sesuai dengan sebab datangnya hadits ini.

Melaksanakan ibadah umrah di bulan ramadan setara mengerjakan ibadah haji, benarkah?
Melaksanakan ibadah umrah di bulan ramadan setara mengerjakan ibadah haji, benarkah?

Hal ini dilatarbelakangi saat Rasul berbincang bersama seorang wanita, Rasul bertanya kenapa wanita itu alasan dia tidak ikut hjai bersama Nabi. Lalu perempuan itu menjawab karena dirinya harus mengurus rumah menggantikan sang suami yang waktu itu berhaji bersama Rasulullah SAW. Rasul pun menyarankan agar perempuan itu melaksanakan ibadah umrah saat bulan puasa karena pahalanya sama dengan melaksanakan ibadah haji bersama Nabi.

Inilah yang membuat ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai hal ini. Ada yang bersikeras mengatakan berlaku untuk semuanya, ada juga sebagian ulama yang mengatakan hanya untuk wanita saja.

Mengacu pada Imam Bukhari, hadits ini ditempatkan dalam ‘Bab Umrah di Bulan Ramadhan’, sedangkan Imam Muslim meletakkan hadits ini pada ‘Bab Keutamaan Umrah di Bulan Ramadhan. Hal ini menjadi bukti bahwa kedua ahli haditts dan ahli fikih ini menyebut bahwa keutaman melaksanakan umrah di bulan puasa berlaku untuk semua yang melaksankan umrah, bukan hanya untuk wanita saja.

Tetapi sebagian ulama yang bersikukuh bahwa hadits ini hanya untuk wanita saja, mengajukan pertanyaan, bagaimana mungkin pahala keduanya bisa sama padahal ibadah yang dikerjakan saat ibadah haji lebih banyak dibandingkan umrah. Hadits tersebut disamakan dengan hadits lain tentang keutamaan membaca surat Al-Ikhlas yang disebut sebanding dengan membaca sepertiga Al-quran. Padahal jika dilihat, surat Al Ikhlas hanya empat ayat saja.

Kebanyakan ulama memang berpendapat bahwa menjalankan umrah di bulan ramadan lebih diutamakan dari segi pahala, tetapi jika melihat kebiasaan, Rasulullah selalu berumrah saat Dzulqa’idah. Tentu saja ketika berprinsip mengikuti ketamaan dan kebiasaan Rasulullah SAW, umrah di bulan Dzulqa’idah lebih utama.

Menjalankan ibada umrah saat bulan ramadan tentu saja memiliki berbagai keutamaan. Salah satunya menjadi pribadi yang jauh lebih sabar. Menjalankan kedua ibadah tersebut secara bersamaan akan lebih melatih kesabaran. Tidak hanya menjaga diri dari hal-hal yang isa membatalkan puasa, tetapi juga harus menjaga diri dalam melaksanakan umrah. Keduanya harus disesuaikan tata cara pelaksanaannya dan memenuhi syarat agar ibadah keduanya diterima Allah SWT.

Keutamaan melaksanakan umrah saat bulan puasa lainnya adalah doa yang dikabulkan. Doa yang diminta kepada Allah SWT saat bulan puasa ketika melaksanakan ibadah umrah, besar kemungkinan untuk diijabah oleh Allah SWT. Manfaat waktu itu sebaik-baiknya untuk berdoa meminta ampunan dari Allah SWT. Karena dalam hadits riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, doa orang yang sedang berumrah dan melaksanakan haji akan dikabulkan.

Ini juga kesempatan bagi perempuan untuk berjihad di jalan Allah. Jika jihad lebih banyak untuk laki-laki, maka melaksanakan umrah di bulan puasa menjadi jalan jihad bagi perempuan. Ini disebutkan dalam hadits riwayat Ibnu Majah. Dalam hadits tersebut Rasulullah SAW menjawab pertanyaan Aisyah RA yang bertanya wajibkah wanita untuk berjihad. Lalu Rasul menjawab, bahwa jihad yang wajid bagi wanita adalah tanpa ada peperangan, yaitu melaksanakan haji dan umrah.

Tentu saja, melaksanakan ibadah umrah di bulan ramadan atau di bulan lain, tidak baik untuk membanding-bandingkan bahkan menghakimi orang lain mengenai ibadah. Sebab ini hanyalah permasalahan perbedaan pilhan saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here