Veronica Koman Dapat Penghargaan di Australia, Berikut Perjalanan Karirnya

0
18
Veronica Koman meraih penghargaan
Veronica Koman meraih penghargaan di Australia

elahan.com, Jadi tersangka di negeri sendiri, Veronica Koman diganjar penghargaan Sir Ronald Wilson Human Rights dari The Australian Council for International Development (ACFID) pada Rabu, 23 Oktober 2019 lalu.

Pengacara yang biasa menangani masalah HAM di Papua ini diberikan penghargaan karena keberaniannya membela HAM di Papua Barat. Dari penghargaan ini pula, Veronica berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Australia tentang pelanggaran HAM di Papua.

Direktur Hak Asasi Manusia dan Kemanusiaan Kementerian Luar Negeri RI Achsanul Habib berkomentar mengenai penghargaan tersebut. Menurutnya penghargaan itu bukanlah sebentuk sikap resmi dari pemerintah Australia pada Indonesia, sebab penghargaan tersebut bukanlah diberikan oleh pemerintah negara Kangguru, melainkan oleh organisasi.

Justru dia mengimbau agar Veronica bisa mengikuti panggilan pemeriksaan polisi serta mengikuti proses hukum. Seperti diketahui bahwa Polda Jawa Timur menetapkan Veronica Koman jadi tersangka atas dugaan provokasi peristiwa asrama mahasiswa Papua pada bulan Agustus lalu.

Penetapan itu sendiri diputus karena mendapati dugaan adanya provokasi pada cuitan Veronica di akun Twitter miliknya dan mengarah ke informasi bohong (hoaks).

Veronica Koman
Veronica Koman dikenal aktif dalam advokasi Papaua

Polda Jatim menjerat Veronica dengan empat pasal berlapis, yaitu UU ITE, UU Nomor 1 Tahun 1946, Pasal 160 KUHP, serta UU Nomor 40 Tahun 2008. Bahkan Polda Jatim turut menggandeng Badan Intelinjen Negara (BIN) serta interpol, sebab Veronica tengah berada di Australia untuk menyelesaikan pendidikan untuk gelar magister hukum.

Veronica tidak memberikan tanggapan atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menyebut penetapan tersangkat tersebut menyiratkan pemerintah tidak benar-benar memahami akar masalah yang membuat Papua bergejolak.

Vero awalnya dikenal sebagai salah satu pengacara publik di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Dia sedari awal memang sudah tercatat aktif menangani kasus-kasus kelompok marginal.

Jejak Karir Veronica Koman

Veronica Koman jadi tersangka
Veronica Koman jadi tersangka yang ditetapkan oleh Polda Jatim

Memasuki pengujung tahun 2014, dia ikut gerakan #PapuaItuKita bersama pengacara LBH Jakarta lainnya. Gerakan tersebut tepat satu bulan setelah adanya gerakan berdarah di Paniai, Papua. Vero juga melontarkan kritik mengenai sikap Jokowi yang dinilai lambat dalam memerintahkan pengusutan kasus pembunuhan pada 8 Desember 2014 tersebut.

Kemudian Vero tercatat aktif dalam advokasi Papua. Dia juga pernah mendampingi penolakan yang dilakukan orang Papua atas ekspedisi NKRI yang digagas Puan Maharani selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan saat itu. Menurut dia, program tersebut berbau militerisme. Pengiriman Polri dan TNI ke Papua semata-mata hanya untuk mengambil sumber daya alamnya.

Selanjutnya Vero memang fokus menangani kasus-kasus Papua. Setelah keluar dari LBH Jakarta pun dia jadi pendamping hukum sejumlah kasus yang menimpa mahasiswa Papua.

Veronica Koman juga pernah menghadapi masalah hukum tahun 2017 saat berorasi membela Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta. Saat itu Vero menyebut pemerintahan Presiden Jokowi lebih parah dibanding masa presiden SBY.

Veronica Koman memang bukan orang asli Papua, namun dia kerap berbagi informasi seputar Papua melalui akun Twitternya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here