Viral Sekelompok Bule Mendaki ke Anak Krakatau

0
46
Sekelompok bule mendaki Gunung Anak Krakatau
Sekelompok bule mendaki Gunung Anak Krakatau (istimewa)

elahan.com – Sempat viral di media sosial soal warga negara asing yang melewati area terlarang di Gunung Anak Krakatau. Padahal pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sudah melarang untuk mendekat area Gunung dengan radius 5 kilometer.

Menurut salah seorang guide di sekitar gunung tersebut, Umar menduga sekelompok bule itu menuju gunung tersebut melalui kawasan wisata Anyer atau carita karena tidak terdeteksi dari wilayah Lampung.

“Ada dua alternatif (pemberangkatan menuju Gunung Anak Krakatau), ada yang dari Lampung atau dari Anyer-Carita. Biasanya kalau kayak begitu dari Anyer-Carita, kalau dari Lampung terdeteksi dengan kita perahu boatnya,” kata Umar dikutip dari Bantennews.co.id, Selasa (22/1/2019).

Dia juga mengaku melihat ada kapal boat keluar dari Pulau Sabesi.

“Memang kemarin saya lihat itu ada boat keluar dari Pulau Sabesi sekitar tanggal 17-18 januari, saya lihat kok ada boat apakah dari Krakatau? Kayanya bukan hanya bule itu saja sih yang sudah menginjakkan kaki di situ. Soalnya itu (pemberangkatan) dari Carita, mungkin baru ketahuan bule itu saja yang menginjakkan kaki di sana,” tuturnya.

Sekelompok bule tersebut diketahui di dekat Gunung Anak Krakatau setelah ada unggahan di media sosial Twitter. Unggahan tersebut memperlihatkan kondisi terbaru gunung api tersebut. Namun, setelah viral di media sosial, pengunggah foto tersebut langsung menghapus unggahannya tersebut beserta akun Twitter miliknya.

Badan Geologi menegaskan tidak pernah memberi izin pendakian ke Gunung Anak Krakatau tersebut. Maka dari itu, mereka sedang mencari dan menelusuri siapa yang mengantar bule tersebut.

“Kami tidak pernah memberi izin untuk pendakian. Jangankan yang di Krakatau, Gunung Agung atau Gunung Merapi yang sedang aktif, kita selalu setiap pagi memberikan info untuk tidak boleh melakukan pendakian di radius sekian,” kata Kepala Badan Geologi ESDM Rudy Suhendar.

“Sampai saat ini kami masih mencari dan menelusuri bersama siapa yang mengantar, apalagi memberi izin, karena di catatan kami itu tidak ada. Kalau ada apa-apa kan yang ikut tanggung jawab semuanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here