Yenny Wahid Jadi Komisaris Garuda, Erick Thohir Punya Alasan Sendiri

0
21
Erick Thohir
Yenny Wahid Jadi Komisaris Garuda, Erick Thohir Punya Alasan Sendiri

elahan.com, Erick Thohir yang kini menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memilih Yenny Wahid sebagai komisaris di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Menteri BUMN itu memang sedang membenahi beberapa struktur Perusahaan BUMN salah satunya Garuda. Setelah memilih Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama (Dirut) Garuda, kini giliran putri dari mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid atau lebih dikenal dengan Gus Dur yang juga diberikan kepercayaan.

Diketahui sebelumnya, PT Garuda Indonesia ramai dibicarakan mengenai skandal penyelundupan motor dan sepeda mewah oleh mantan Dirut Garuda. Selain itu, kasus pramugari yang diminta sebagai selir para Direksi juga menjadi topik hangat. Karena hal itulah Erick memilih Yenny sebagai komisaris dengan alasan, agar dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan karyawan khususnya untuk pramugari.

“Kan figur wanita yang bagus, ada Ibu Yenny tentu sekarang pramugari, front officer perempuan paling tidak ada yang melindungi atau ada yang bisa diajak bicara,” Ujar Erick.

Namun banyak yang beranggapan, yang dilakukan Erick Thohir adalah bentuk politisasi yang merupakan bagi-bagi jabatan. Menanggapi hal tersebut, Yenny Wahid membantah dengan keras bahwa dirinya ditunjuk menjadi Komisaris Independen di PT Garuda Indonesia (Persero) oleh Menteri BUMN secara dan bukan bagi-bagi jabatan. Ia menilai Menteri Badan Usaha Milik Negara tentu memiliki pertimbangan sendiri terkait kapasitasnya.

“Ini bukan persoalan politik. Saya memahaminya sebagai sebuah kontribusi, bukan persoalan politik,” kata Yenny saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Januari 2020.

Yenny mengatakan saat diminta menjadi Komisaris Independen, Erick meminta agar berkontribusi terhadap perbaikan Garuda. Ia pun merasa terpanggil sebagai warga negara, untuk memperbaiki maskapai nomor satu asal Indonesia tersebut. “Jadi kontribusi profesional yang harus diberikan untuk perbaikan Garuda ke depannya,” kata Yenny Wahid

Erick Thohir juga menegaskan penunjukan para Direksi dan Komisaris di Garuda berdasarkan kebutuhan perusahaan dan bukan atas dasar bagi-bagi kekuasaan. “Kadang-kadang kan asumsinya dibolak balik. Kondisi Garuda itu kan ada dua hal, tidak hanya di bisnisnya ada permasalahan, tapi juga tentu dengan proteksi daripada ketenagakerjaannya yang khususnya untuk kaum wanita,” jelasnya.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sebelumnya memang telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Salah satu yang diagendakan dalam rapat tersebut adalah perombakan kepengurusan. Selain mengubah susunan direksi, RUPSLB Garuda Indonesia ini juga merombak susunan komisaris. Terdapat nama-nama baru dalam susunan komisaris ini.

Selain Yenny Wahid yang dipilih sebagai Komisaris Independen, ada juga nama-nama baru yang ada dalam susunan komisaris Garuda Indonesia. Seperti Triawan Munaf, yang merupakan mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kini dipilih menjadi Komisaris Utama. Nama baru lainnya adalah Elisa Lumbantoruan yang menduduki posisi Komisaris Independen. Sebelumnya, Elisa merupakan Presiden Direktur dan CEO ISS, sebuah perusahaan alih daya multinasional.

Sedangkan komisaris lainnya adalah nama lama yaitu Chairal Tanjung. Sebelumnya Chairal Tanjung menjabat sebagai Komisaris Independen. Sedangkan saat ini ia menduduki posisi Wakil Komisaris Utama. Ada juga, Peter Gontha juga bergabung kembali untuk menduduki posisi Komisaris.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here